Dialog interaktif membahas Strategi Pengembangan Geosite Situs Bumiayu, di Museum Purbakala Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah fokus mengembangkan geosite di Situs Bumiayu sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi alam dan budaya yang dimiliki.
Dalam upaya itu, dilakukan dialog interaktif membahas Strategi Pengembangan Geosite Situs Bumiayu, di Museum Purbakala Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Selasa 31 Oktober 2023.
Acara yang digelar Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Brebes ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, Camat di Buniayu, Bantarkawung dan Tonjong, paea pelestari, komunitas lokal, dan
lainnya.
Kabid Litbang Baperlitbangda Brebes, Nurul Hidayat mengatakan, legiatan dialog interaktif Strategi Pengembangan Geosite Situs Bumiayu, untuk mendapatkan guideline dalam pembangunan berkesinambungan dan menyeluruh.
"Sehingga nantinya arah kebijakan juga untuk percepatan peningkatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan konservasi," katanya saat membuka acara.
Dialog interaktif menghadirkan pembicara ahli geologi Dr Didit Hadi Barianto ST MSi dan ahli lingkungan Agus Hendratno MT dari Universitas Gajah Mada (UGM).
Para peserta tersebut diajak untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana geosite di Situs Bumiayu dapat lebih dikembangkan lebih berkelanjutan, bahkan untuk daya baik untuk ilmu pengetahuan, pendidikan dan juga pariwisata.
Pada dialog tersebut peserta sepakat, bahwa pengembangan geosite harus sejalan dengan upaya konservasi alam. Situs Bumiayu memiliki kekayaan alam yang unik, seperti hutan purba dan fosil purba, termasuk penemuan manusia purba homo erektus.
Pengembangan situs harus melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Sebab, pemasaran Situs Bumiayu yang akan menjadi geopark sangat penting untuk mendukung ekonomi lokal dan menjaga budaya serta tradisi yang ada.
Selanjutnya dalam upaya meningkatkan daya tarik geopark Situs Bumiayu, perlu memperhatikan infrastruktur dan aksesibilitas menuju Situs Bumiayu. Ini termasuk pembenahan jalan, fasilitas umum, dan peta informasi.
Strategi publikasi juga mendapat pertimbangan pada dialog itu. Publikasi yang efektif harus diterapkan untuk menarik perhatian masyarakat dan dunia internasional.
"Ini termasuk penggunaan media sosial, promosi online, dan kerja sama dengan pihak media," ujar Agus saat paparan.
Pengelola Museum Purbakala Bumiayu, Wildan Fadhilah ST mengapresiasi kegiataon dialog interaktif ini dan berharap menjadi langkah awal yang positif dalam merumuskan rencana strategis pengembangan geosite di Situs Bumiayu.
"Semoga ini menjadi langkah untuk dapat lebih mengembangkam situs Bumiayu menjadi geopark yang lebih maju dan mendunia," katanya.