Sabtu, 29/07/2023, 23:01:48
Menganalisis UMKM Warung Makan Kekinian Ibu Ipad Bumiayu
Oleh: M. Lutfan Adam Ganymeda, Dio Wardana Putra, Metiya Fatikhatur Riziqiyah
--None--

WARUNG Makan Ibu Ipad adalah sebuah usaha yang terletak di Jalan Raya Adisana, Bumiayu yang baru didirikan selama hampir 6 tahun sejak September 2017. Warung makan ini berdiri karena pemilik warung yang harus pulang dari kota perantauannya di Cirebon.

Sebelum didirikan, pemilik warung bekerja di usaha catering milik perorangan, setelah memutuskan untuk berhenti bekerja akhirnya beliau mulai membangun warung makan dengan uang tabungan yang telah dikumpulkan selama bekerja. Selain itu, pemilik warung juga ingin menerapkan apa yang telah dipelajarinya selama menjadi karyawan di usaha catering.

Warung makan ini memperkerjakan 2 orang untuk membantu berbagai pekerjaan seperti cuci piring dan melayani pelanggan yang datang untuk makan. Berdasarkan pengelompokkan usaha, warung makan adalah suatu bentuk dari usaha kecil di bidang konsumsi.

Menurut Kementrian Koperasi dan UMKM dalam Aufar (2014) : “Usaha Kecil (UK), termasuk usaha Mikro (UMI) adalah entitas usaha yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000.

Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp. 200.000.000 s.d. Rp. 10.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan” (Aufar, 2014).

Usaha ini hanya memiliki strategi promosi dengan cara mulut ke mulut (word of mouth), biasanya jika ada pelanggan yang datang 57 Jurnal Akuntansi dan Audit Syariah (JAAiS), 1(1) December 2020, 54-61 kemudian merasa cocok dengan masakan yang ada, mereka mengajak temannya untuk makan di warung makan tersebut.

Strategi ini menjadi lebih kuat dalam mempengaruhi intensitas penjualan karena kebiasaan masyarakat yang sering berkumpul dan bercerita kepada orang lain tentang pengalamannya. Sehingga cara mulut ke mulut (word of mouth) ini berhasil dan mampu mempegaruhi keputusan pembelian konsumen warung makan. Setiap satu tahun sekali, pemilik warung memberikan THR kepada pelanggan tetap, yaitu dengan memberikan sekali makan gratis untuk pelanggan.

Berdasarkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan narasumber, Warung makan milik Ibu Ipad sudah melakukan pencatatan keuangan, karena menurutnya mencatat laporan keuangan sangat penting untuk mengetahui berapa pengeluaran untuk biaya produksi dan pendapatan selama satu hari berjualan agar terhindar dari pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Pencatatan laporan keuangan dilakukan juga dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan usaha warung makan yang dimilikinya.

 Laporan keuangan dapat diterapkan dengan tujuan yaitu sebagai penyedia atas informasi yang berhubungan dengan posisi, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat sebagai pengambilan keputusan ekonomi perusahaan. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2017) dalam PSAK No.1 disebutkan bahwa laporan keuangan bertujuan agar dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun laporan keuangan untuk usaha sejenis lainnya.

Laporan keuangan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan usaha, karena laporan keuangan dapat dikatakan sebagai buku pedoman bagi wirausaha untuk menentukan harga jual yang harus ditetapkan dan mengetahui laba rugi. Bahkan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi sangat dibutuhkan untuk melakukan peramalan usaha atau biasa disebut dengan forcasting dan menghitung titik impas (BEP).

Setelah diamati, warung makan Ibu Ipad menerapkan pencatatan dengan sistem informasi akuntansi yang masih sederhana yaitu dilakukan dengan cara manual, hanya mencatat hal yang dianggap perlu saja. pemilik warung melakukan pencatatan keuangan dengan tujuan untuk dapat melihat jumlah laba yang diterima dan untuk melihat laba yang didapat setiap harinya naik atau turun.

Setelah mengamati, walaupun Ibu Ipad bekerja di usaha catering sebagai juru masak, tetapi Ibu Ipad cukup teliti dalam mencatat laporan pendapatan dan pengeluaran. Pengeluaran bisa dalam bentuk bahan-bahan yang diperlukan dalam usaha atau keperluan untuk pribadi di luar usaha.

Warung Ibu Ipad menentukan harga tiap menu seperti seblak, jebew, gacoan. Berdasarkan modal yang digunakan untuk membeli bahan mentah. Selain itu juga Ibu Ipad biasaya melakukan survei ke warung makan lain, untuk membandingkan harga yang ada di warungnya dengan warung makan yang lain.

Dalam hal pengelolaan keuangan, Ibu Ipad melakukannya dengan pemahaman sendiri agar mudah untuk dipahami dan mudah diingat. Menerapkan pencatatan keuangan yang terstruktur dan rapi sesuai dengan standar akuntansi dianggap sangat rumit, hal ini dikarenakan Ibu Ipad yang tidak memiliki pengalaman apapun di bidang akuntansi atau keuangan.

Bagi Ibu Ipad mencatat secara sederhana sudah sangat rinci, yang terpenting adalah memiliki catatan dalam sehari-hari. Pengeluaran keuangan hanya dicatat dari nota yang didapat saat bebelanja di pasar, namun pengeluaran untuk dua orang karyawan, kebutuhan pribadi, dan menabung tidak dicatat.

Meskipun format pencatatan tidak dengan melakukan penjurnalan akuntansi, Ibu Ipad membuat laporan berdasarkan pemahamannya sendiri, dan dicatat dengan rapi terutama jika ada yang berhutang untuk makan di warung yang dimiliki tanpa harus mempelajari akuntansi penjurnalan.

Pencatatan keuangan pada warung makan seblak Ibu Ida jauh dari standar akuntansi seperti SAK-ETAP, informasi yang disediakan belum bisa memiliki manfaat untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan jalannya usaha warung makan.

Secara teoritis pencatatan keuangan sangat berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan dalam usaha apapun, termasuk warung makan. Dengan pencatatan laporan keuangan yang tersusun secara terstruktur dan konsisten membuat pemilik usaha menjadi lebih mudah untuk mengetahui perkembangan usaha miliknya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Luthfan dan Dio (2023) bahwa manfaat dan keputusan usaha yang dapat dijalankan berdasarkan akuntansi dan laporan akuntansi antara lain, penilaian kinerja usaha dan sebagai bahan evaluasi untuk yang akan datang.

Erguna sebagai dasar pertimbangan pembelian bahan baku untuk produksi dan alat-alat produksi, keputusan mengenai harga, misalnya penentuan harga jual, banting harga, kenaikan harga barang/jasa, dan lain-lain, penambahan asset usaha, untuk pengembangan usaha, kepu-tusan untuk membuka atau menutup cabang, penambahan dan pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan penghasilan karyawan, pemberian bonus kepada karyawan, penyusunan anggaran untuk periode berikutnya. Terkait kepentingan dalam hal keuangan yang berkaitan dengan kepentingan pribadi dan usaha harus dibedakan.

Namun hal ini sulit untuk diterapkan dalam UMKM, karena modal yang sedikit dan menghasilkan laba untuk perputaran modal usaha pun juga sedikit. Seperti pada usaha warung makan yang dimiliki Ibu Ida, beliau tidak memisahkan uang yang akan digunakan dalam perputaran usaha dan untuk kepentingan pribadi, uang yang didapat cenderung dianggap sama dan digunakan tanpa membedakannya.

Berdasarkan penelitian yang sebagaimana telah dijelaskan di atas, dapat diketahui bahwa tingkat pengetetahuan yang minim terhadap pencatatan laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi, namun masih ada usaha pemilik UMKM dalam melakukan pengembangan di usaha yang dimilikinya.

Dalam mengetehui perkembangan usaha, pemilik usaha warung makan mencatat laporan keuangan untuk mempermudah menganalisis terkait perkembangan usahanya. Seperti usaha warung makan milik Ibu Ipad yang sudah mencatat laporan keuangan walaupun hanya dalam bentuk yang sederhana.

Warung makan ini mencatat laporan keuangan seperti laba atau rugi serta pendapatan yang didapat dalam sehari. Hal itu dianggap penting untuk mengembangkan usaha yang dimiliki Ibu Ida. Tidak dilakukannya pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi tidak sepenuhnya menjadi kesalahan pemilik warung makan, hal ini juga disebabkan kurang optimalnya peran perguruan tinggi dalam memberikan fasilitas praktik akuntansi dalam UMKM.

Peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian bersama dengan Pemerintah terutama Dinas terkait secara mendalam terhadap UMKM. Informasi yang didapat dari penelitian tersebut digunakan untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai penyusunan laporan keuangan kepada para pelaku UMKM.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita