Sabtu, 29/07/2023, 19:52:22
Mahasiswa Agribisnis UPB Penyuluhan Pengolahan Biosaka-Ubinan di Desa Pengarasan
Oleh: Ilham Wardoni, S.P., M.P
--None--

Penyuluhan pertanian tentang pengenalan bahan alami ’’Biosaka’’ dan teknik ’’Ubinan’’ kepada Kelompok Tani Maju Sejahtera di Desa Pengarasan. (Foto: Dok. Pribadi)

MAHASISWA Agribisnis semester 4 (empat) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), Kabupaten Brebes, melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian bekerjasama dengan BPP Bantarkawung, tentang pengenalan bahan alami ’’Biosaka’’ dan teknik ’’Ubinan’’ kepada Kelompok Tani Maju Sejahtera di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. 

Pada dasarnya mahasiswa pertanian khususnya jurusan Agribisnis perlu mengetahui kegiatan lingkup pertanian agar menambah pengalaman dan keterampilan mahasiswa tentang kegiatan dunia pertanian dilapangan.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dalam rangka Praktikum Mata Kuliah Komunikasi dan Penyuluhan yang diampu oleh Dosen Ilham Wardoni, S.P., M.P. Praktikum ini secara tidak langsung memiliki tujuan untuk mendekatkan mahasiswa Agribisnis Universitas Peradaban dengan kehidupan masyarakat khususnya petani di desa.

 

Penyuluhan pada hakikatnya sebagai proses pemberdayaan masyarakat dan memiliki tujuan utama yang tidak terbatas yaitu “pertanian yang lebih baik, bisnis yang lebih baik, dan penghidupan yang lebih baik”.

Tetapi untuk memfasilitasi masyarakat sebagai sasaran utama untuk mengadopsi strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan sosial, politik dan ekonomi sehingga dalam jangka panjang petani dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Kegiatan penyuluhan ini memperkenalkan sebuah pestisida alami yang bernama ’’Biosaka’’ yang artinya bahan aktif berasal dari mahluk hidup. Biosaka merupakan elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi membran sel pada akar sehingga lebih segar dan produktif.

Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam perkembangan dunia pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bioteknologi. Manfaat ramuan Biosaka dapat memperbaiki sel-sel tanaman dan ramuan ini bisa dibuat secara mandiri sehingga menghemat biaya. Selain itu penggunaan Biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Penggunaan Biosaka yang rutin dapat meminimalisir serangan hama dan membuat lahan menjadi subur kembali. Beberapa pengalaman nyata di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan Biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia sampai 90 persen dan meningkatkan jumlah produksi tanaman.

Kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan teknik ’’Ubinan’’. Teknik ini merupakan cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi melalui pengambilan titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m kemudian hasilnya ditimbang. Hasil inilah yang dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 (satu) hektar.

Ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, cukup mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin diketahui hasilnya. Jadi dengan metode pengubinan ini petani akan mengetahui perkiraan hasil panen padi sebelum di panen seluruhnya.

 

Kegiatan penyuluhan mahasiswa bersama PPL diakhiri dengan dokumentasi penyerahan plakat kenang-kenangan kepada tim PPL penyuluh Kecamatan Bantarkawung.

Sebenarnya kegiatan semacam ini sangat positif dan membangkitkan semangat petani  karena petani sangat senang jika ada anak muda kususnya mahasiswa yang mau memperjuangkan kesejahteraan petani bersama.

Hal ini membuat para Dosen dan Mahasiswa juruan Agribisnis Universitas Peradaban berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan positif lainnya terhadap kemajuan dan kesejahteraan petani.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita