MINAT menurut psikologi adalah suatu kecenderungan untuk memperhatikan sesuatu secara terus menerus, minat sering dikaitkan dengan perasaan senang. Orang yang berminat kepada sesuatu berarti sikapnya senang kepada sesuatu itu.
Minat adalah kecenderungan seseorang terhadap sesuatu atau bisa dikatakan apa yang disukai dan diinginkan oleh terhadap sesuatu untuk dilakukan, serta mempengaruhi keinginan, kemauan dan dorongan-dorongan (Magdalena, 2020).
Secara umum minat juga dapat diartikan sebagai kecenderungan yang bisa menyebabkan seseorang berusaha mencari sesuatu, atau mencoba aktivitas-aktivitas pada bidang tertentu.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan siswa kurang minat belajar, karena siswa masih bergantung kepada temannya sehingga menyebabkan diri tidak berkembang. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah penggunaan metode atau pendekatan yang di gunakan oleh guru belum sesuai sehingga belum sepenuhnya dapat memahami mata pelajaran yang diajarkan oleh guru.
Minat belajar siswa bisa dibangkitkan dengan penggunaan-penggunaan media di setiap pembelajaran karena dengan adanya media daya tarik anak-anak untuk belajar itu lebih semangat lagi, dan hasil belajarnya akan memenuhi KKM. Setiap orang tua yang menyekolahkan anaknya menginginkan anaknya berprestasi (Fuad dan Zuraini, 2016).
Dalam proses meningkatkan pembelajaran merupakan salah satu faktor fisiologis yang penting bagi siswa, karena peningkatan minat belajar ini memiliki pengaruh besar pada siswa-siswa. Sebab dengan adanya minat akan membuat seseorang terus mempelajari sesuatu yang diminatinya.
Sebaliknya juga kalau seseorang tidak memiliki minat maka akan sangat sulit untuk meningkatkan minat belajar seperti contohnya kurang minat di Bahasa Indonesia ataupun mata pelajaran yang lain, berbeda jika seseorang itu memiliki minat belajar yang kuat sudah pasti akan lebih mengetahui tentang sebuah bacaan pada Bahasa Indonesia (Audina, Aini Rizky, 2022).
Belajar mempunyai pengertian yang sangat kompleks, sehingga banyak ahli yang mengemukakan pengertian belajar dengan ungkapan yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan mereka mempunyai sudut pandang tertentu mengenai batasan-batasan pengertian belajar (Silvia, 2017).
Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi yang baik dengan lingkungan menyangkut kognitif afektif dan psikomotor pada siswa-siswa yang memiliki minat belajar tinggi karena ingin berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Terdapat cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika siswa berada di dalam kelas seorang guru wajib memberikan motivasi agar mereka terpancing untuk meminati belajar untuk meningkatkan kemampuan atau skil yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
Dorongan dari orang tua juga sangat mempengaruhi siswa, karena ketika siswa tersebut sudah di support oleh orang tua dan juga temannya maka akan sangat mudah untuk meminati belajar Bahasa Indonesia, orang tua dan teman yang baik akan memberikan motivasi dan semangat belajar yang muncul dalam diri anak, sehingga siswa atau anak memiliki tujuan yang akan menjadi target untuk dicapai (Audina, Aini Rizky, 2022).
Pergaulan siswa atau anak juga bisa mempengaruhinya, contoh siswa berteman sama teman-teman yang suka belajar tentang Bahasa ataupun yang lainnya, itu adalah nilai positif dari siswa dan pasti akan terbawa oleh kegiatan temannya karena suka belajar, baca, dan menulis bahkan bisa membuahkan sebuah karya ketika menyukai Bahasa Indonesia.
Dengan belajar bahasa akan mempermudah siswa menggunakan kata-kata yang baik dan benar, tidak asal-asalan karena sudah mengerti penggunaan kata sesuai KBBI dan EYD.