SETIAP orang yang berusaha secara mandiri untuk berwirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan mau belajar untuk mengembangkan diri serta berani menangkap peluang-peluang untuk mewujudkan cita-citanya (Saragih, 2017:26-28).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa sebenarnya terdapat peluang-peluang yang dapat diraih, asalkan setiap orang yang ingin berwirausaha memiliki motivasi dan semangat untuk belajar sekaligus mengembangkannya.
Berbagai upaya yang dapat ditempuh untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa adalah:
(1) dicantumkan mata kuliah kewirausahaan dalam kurikulum setiap program studi di perguruan tinggi yang secara kurikuler wajib diikuti oleh semua mahasiswa;
(2) pengembangan Program Belajar Bekerja Terpadu yaitu program pendidikan yang memadukan belajar dan bekerja seperti karyawan dalam dunia, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir;
(3) kerjasam sama dengan UMKM; (4) pendirian Koperasi Mahasiswa; dan (5) pelaksanaan kerja sampingan mahasiswa baik sesuai dengan bidang ilmunya atau sesuai dengan bakat dan hobinya meskipun tidak sesuai dengan bidang ilmunya.
Sebelum beriwrausaha tentunya kita harus menumbuhkan tekad dan niat yang kuat Jangan sampai keinginan untuk menjadi wirausaha hanya karena ikut-ikutan tren atau keinginan sementara saja. Dengan menguatkan tekat dan niat, nantinya akan siap menghadapi segala rintangan dan cobaan yang pasti akan di dapatkan selama merintis usaha.
Lalu tentukan target dan rencana masa depan dengan adanya target dan rencana tentu akan membuat kita semakin siap dan akan lebih mudah membuat langkah-langkah bisnis yang harus dijalani dan lebih mudah mengukur kinerjanya. Buatlah ide bisnis tidak mungkin bisa menjadi wirausahawan jika tidak memiliki ide bisnis. Tidak perlu melangkah terlalu jauh untuk mendirikan bisnis.
Kita bisa memulainya dari hal yang terlihat kecil, yang merupakan hobi dan minat kita. Dengan begitu, bisa memiliki bisnis yang menarik sekaligus menyenangkan untuk dilakukan. Ukur resiko yang mungkin muncul, tidak mungkin mendirikan bisnis yang tidak terukur dan tidak kita ketahui resikonya.
Cari tahu resiko bisnis apa yang mungkin muncul sebelum memulai suatu bisnis tersebut. Dengan mempersiapkan plan A, plan B dan seterusnya untuk menghadapi resiko-resiko tersebut. Dengan mengukur resiko terlebih dahulu sebelum memulai usaha, pasti akan lebih siap jika resiko-resiko tersebut muncul. Persiapkan mental untuk menghadapi rintangan yang pasti akan di alami saat merintis bisnis nanti.
Hal yang paling utama adalah optimisme yang akan membuat tetap yakin untuk melanjutkan bisnis dan mencapai target. Tanpa rasa optimis, kita akan mudah menyerah dan tidak ingin melanjutkan usaha. Tentu hal ini akan menggagalkan keinginan kita menjadi seorang wirausahawan.
Implementasi karya sastra sebagai upaya untuk meningkatkan karakter berwirausaha pada mahasiwa adalah dimana mahasiwa melihat sebuah karya sastra bukan sebagai seni dan ilmu saja namun bagaimana mahasiswa menjadikan sebuah karya sastra sebagai ide untuk memulai suatu usaha.
Karya sastra merupakan kreativitas seseorang terhadap ide, pikiran, dan perasaan yang dimilikinya. Karya sastra merupakan hasil imajinasi manusia yang mengambil kehidupan manusia sebagai sumber inspirasinya. Karya sastra tidak mungkin lahir dari kekosongan budaya.
Menurut Ratna (2005:312), hakikat karya sastra adalah rekaan atau yang lebih sering disebut imajinasi. Imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang berdasarkan kenyataan. Imajinasi tersebut juga diimajinasikan oleh orang lain. Meskipun pada hakikatnya karya sastra adalah rekaan, karya sastra dikonstruksi atas dasar kenyataan.
Dengan kita sudah berani terjun ke dunia wirausaha berarti kita sudah siap menghadapi segala resiko dan tantangan yang nanti akan di hadapi, jangan patah semangat tetap fokus terhadap rencana kita dengan fokus kita bisa menjalankan step by step usaha kita dengan lancar dengan kita beriwausaha pasti akan mendapat kritikan dari orang lain, jangan menjadikan kritikan itu sebagai suatu masalah yang bisa membuat kita down dan menyerah tetapi jadikan kritikan itu sebagai batu lompatan untuk memperbaiki bisnis kita agar lebih berkualitas.
Walaupun karya sastra merupakan hasil imajinasi, karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan. Seseorang yang hendak berwirausaha dengan dasar kreativitas, harus dapat membaca dan membuka peluang-peluang. Salah satu peluang yang dapat diambil adalah peluang wirausaha dengan basis bahasa, sastra. Hal ini dapat ditempuh mengingat besarnya potensi dan peluang yang terbuka melalui penguasaan bahasa, sastra.