Rabu, 27/07/2022, 06:21:11
Ekstrak Daun Salam Sebagai Antihipertensi
OLEH: IMAS WULANDARI
--None--

MENURUT Carlson (2016) Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan angka kematian. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri.

Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Prapti (2009) menyebutkan bahwa hipertensi diklasifikasikan menjadi 2 yaitu berdasarkan jenis hipertensi dan bentuknya. Berdasarkan jenisnya hipertensi terdiri dari hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas dan berbagai bentuk faktor di duga sebagai penyebab hipertensi primer seperti bertambahnya umur, stres, dan faktor keturunan.

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui dan kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba. Menurut Juanidi (2010) berdasarkan bentuknya ada hipertensi sistolik terisolasi yaitu hipertensi yang terjadi ketika tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan distolik kurang dari 90 mmHg sehingga tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi malikna adalah hipertensi yang sangat parah karena tekanan darah berada diatas 210/210 mmHg sehingga jika tidak segera diobati akan menimbulkan kematian 

Menurut Hadibroto (2008) penyebab timbulnya penyakit hipertensi pada umumnya akibat kegemukan atau obesitas, dimana gaya hidup yang tidak aktif atau malas berolahraga, lalu garam dalam makanan juga bisa memicu terjadinya hipertensi, selain itu stress juga cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu sehingga juga bisa memicu terjadinya hipertensi.

Menurut Ardiansyah, m. (2012) gejala umum yang biasanya dirasakan oleh penderita hipertensi yaitu tengkuk terasa pegal dan tidak nyaman , letak jantung terasa cepat dan berdebar-debar, telinga berdengung, kerusakan jantung dan ginjal, vertigo, penglihatan kabur, nyeri di kepala, tubuh mudah lelah dan lesu, susah tidur, rasa sakit di pinggang, dan mudah marah.

Penelitian yang dilakukan oleh Ulfah ( 2012) menyebutkan bahwa pengobatan hipertensi terdapat 2 terapi yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis yang dapat membantu proses pencegahan atau penundaan terjadinya masalah kesehatan akibat hipertensi. Menurut ( Endang, 2014) penanganan secara farmakologis terdiri banyak sekali tipe obat yang dapat digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi seperti golongan diuretik, penghambat adrenergik, angiotensin II-bloker dan lain-lain. Sedangkan terapi non farmakologis menggunakan bahan alam yang mempunyai beragam terapi herbal yang telah terbukti secara ilmiah untuk menurunkan tekanan darah salah satunya seperti daun.

Menurut Degusman (2011) daun salam (Eugina polyantha) adalah salah satu jenis rempah-rempah yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Daun salam sendiri saat ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap dan penyedap alami pada masakan karena aromanya yang khas. Namun, selain manfaatnya sebagai penyedap makanan, daun salam juga menyimpan manfaat bagi kesehatan tubuh kita yang tidak kita ketahui. Tumbuhan salam ini tumbuh liar dihutan, kebun atau pekarangan, dan pegunungan tinggi.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Sumono, et al (2008) klasifikasi daun salam (Syzygium polyanthum) diantaranya Kingdom: Plantae, sub divisi: Spermatophyta, kelas: Dicotiledoneae, ordo: Myrtales, Family: Myrtaceae, genus: Syzygium, species: Syzygium polyanthum.

Tanaman salam ini memiliki tinggi sekitar 25 meter, akar lurus besar, batang bundar dan permukaan yang halus dengan tepi yang rata, ujungnya tumpul dan bagian bawahnya melebar dengan panjang dan rapathalus, dan memiliki bunga-bunga kecil, dan harum. Sedangkan daunnya memiliki panjang 2,5-8 cm dengan tepi yang rata, ujungnya tumpul dan bawahnya melebar dengan panjang dan rapat.

Penelitian yang dilakukan oleh Agoes (2010) menyebutkan bahwa daun salam mengandung minyak atsiri yang digunakan sebagai pengharum atau penyedap yang dapat mengurangi produksi hormon stres. Daun salam juga mengandung eugenol yang digunakan sebagai analgesik dan antiseptik lokal yang baik. Selain itu daun salam juga mengandung tanin yang mampu mengendurkan otot arteri sehingga menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Dan daun salam juga mengandung flavonoid yang berperan sebagai inhibitor ACE dengan menghambat aktivitas ACE maka pembentukan angiotension II dapat dibatasi sehingga dapat mencegah hipertensi.

Menurut Reny (2013) daun salam berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan diabetes karena mengandung flavonoid yang mampu berfungsi sebagai anti oksidan yang mampu mencegah terjadinya oksidasi sel tubuh dan dapat menurunkan kadar gula darah. Selain itu, daun salam juga berkhasiat untuk menurunkan kolestrol dimana kolestrol merupakan salah satu penyebab yang akhir-akhir ini banyak dialami masyarakat. Kolestrol sering diidentifikasikan dengan adanya penumpukan lemak yang akhirnya menyumbat pembuluh darah. Dan daun salam juga berkhasiat untuk mengobatai asam urat, dimana penderita asam urat ini mengalami sakit pada bagian sendi kaki bahkan sering disertai pembengkakan dan biasanya penderita asam urat ini sering dialami oleh seseorang diatas umur 40 tahun.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Endang (2014) bahwa proses ekstraksi daun salam yang pertama cuci daun salam sampai bersih kemudian rebus air dalam panci sampai mendidih lalu masukan daun salam yang sudah dicuci bersih kedalam air panci tersebut dan tunggu beberapa saat kemudian rebusan daun salam disaring. Hasil rebusan tersebut lebih baik diminum ½ gelas selama 1 minggu pada pagi dan sore sebelum makan. Selain mengonsumsi air rebusan daun salam penderita hipertensi juga harus memperhatikan pola makan, gaya hidup, aktivitas, rajin berolahraga, mengurangi stress, rokok, dan mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung garam agar peningkatan tekanan darah dapat dikendalikan.

(Imas Wulandari adalah Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Email : imaswlndri@gmail.com )

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita