Selasa, 26/07/2022, 06:54:08
Ekstrak Daun Kumis Kucing untuk Mengatasi Berbagai Penyakit
Oleh: Alfina Khoerotul Aeni
--None--

MENURUT Direktorat Jendral Perkebunan, Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) merupakan salah satu komoditas biofarmaka yang diperlukan oleh masyarakat di Indonesia, sebagai bahan jamu atau tumbuhan herbal yang banyak dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional untuk berbagai penyakit. Tanaman yang satu ini termasuk dalam famili Labiatae atau Lamiaceae dan mudah ditemukan di beberapa negara beriklim tropis seperti Cina, India, Asia Tenggara, dan di Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa kandungan senyawa metabolit dalam tanaman kumis kucing adalah minyak atsiri, polifenol, alkaloid, saponin, flavonoid sinensetin tidak kurang dari 0,10%. Selain itu, senyawa-senyawa ini juga diketahui dapat melindungi tulang rawan dan jaringan lunak dari peradangan akut dan kronis berkat efek antiradangnya. Maka dari itu daun kumis kucing ini bermanfaat banyak untuk mengatasi penyakit-penyakit yang sering di alami oleh manusia. Diantaranya:

-Mengatasi penyakit ginjal
Salah satu manfaat daun kumis kucing yang paling terkenal yaitu dapat menyembuhkan penyakit ginjal. Menurut berbagai penelitian klinis, ramuan daun kumis kucing dapat mengobati berbagai infeksi seperti infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, sering buang air kecil dan batu kandung kemih. Daun kumis kucing memiliki sifat diuretik. Dengan mengatur keluaran asam amino dan metabolisme kolin, kumis kucing dapat melindungi tubuh terhadap cedera ginjal yang diinduksi oksalat.

-Mengatasi rematik
Ekstrak daun kumis kucing juga dapat mengurangi rasa nyeri, menghilangkan peradangan serta memelihara fungsi persendian. Sifat antiinflamasi dari daun kumis kucing mempercepat penyembuhan radang sendi.
Penyakit rematik ditandai oleh peradangan yang mempengaruhi struktur penghubung atau pendukung tubuh. Ini paling sering terjadi pada persendian dan kadang pada tendon, ligamen, tulang, dan otot. Beberapa penyakit rematik bahkan memengaruhi organ.

-Mencegah hipertensi
Manfaat daun kumis kucing berikutnya adalah dapat mencegah hipertensi. Daun kumis kucing memiliki kandungan Methylripariochromene A (MRC) yang juga berfungsi membantu merelaksasi otot dan memperbesar pembuluh darah. Rutin mengonsumsi ramuan kumis kucing juga dipercaya bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Methylripariochromene A diyakini bermanfaat dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Kandungan kalium yang tinggi di tanaman ini juga bermanfaat dalam mengobati hipertensi, karena kalium membantu mengurangi efek sodium.

-Menurunkan kadar gula darah
Selain dapat menurunkan tekanan darah, manfaat daun kumis kucing juga dapat menurunkan kadar gula darah. Khasiat antidiabetes ini didapatkan karena kumis kucing dapat mengendalikan metabolisme karbohidrat dan gula, lemak dan gula, serta asam amino dan gula menjadi lebih seimbang. Khasiat ini dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Jadi, salah satu manfaat daun kumis kucing yang tak kalah penting adalah sebagai obat alami dalam mencegah dan mengobati diabetes.

-Mengatasi keputihan
Manfaat daun kumis kucing juga bisa didapatkan karena memiliki sifat antibakteri dan antimikroba. Salah satu penyebab keputihan yang paling umum adalah jamur dan bakteri. Bacterial vaginosis adalah infeksi bakteri yang cukup umum penyebab keputihan. Ini menyebabkan peningkatan keputihan yang memiliki bau yang kuat. Infeksi jamur dan ragi juga menyebabkan keputihan berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu.

-Mencegah asam urat
Manfaat daun kumis kucing juga dapat mengobati penyakit asam urat. Hal ini diduga karena kandungan flavonoid, fenolik, dan asam kafeat yang tinggi di dalamnya. Senyawa aktif yang terkandung dalam kumis kucing tersebut memiliki sifat antiradang yang dapat menghambat pembentukan asam urat, sehingga dapat mencegah dan mengurangi risiko serangan asam urat.

-Atasi infeksi saluran kencing
Penyebab infeksi saluran kencing biasanya terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. ISK yang paling umum terjadi terutama pada wanita dan memengaruhi kandung kemih dan uretra.

Sifat antibakteri dan antimikroba menjadikan daun kumis kucing sebagai obat herbal yang tepat. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, penggunaan ramuan kumis kucing dikaitkan dengan kadar urat serum yang berkurang. Hasilnya menunjukkan efek produksi urin yang normal pada tikus.
Kumis kucing membantu mengurangi kemungkinan bakteri untuk bisa menempel pada sel-sel di dinding saluran kemih, yang dapat menimbulkan infeksi. Seseorang yang sulit buang air kecil biasanya mengalami infeksi di saluran ginjal dan kandung kemihnya

Diatas merupakan berbagai jenis penyakit yang bisa di atasi jika kita mengonsumsi ekstrak dari tanaman daun kumis kucing. Selain banyak manfaatnya, mengonsumsi daun kumis kucing juga memiliki efek samping yang anda harus perhatikan yaitu jika kita mengonsumsi tidak sesuai dosis yang dianjurkan dapat menderita retensi cairan (edema) yang berisiko terhadap penyakit jantung atau ginjal, memiliki tekanan darah rendah, dan tidak di anjurkan untuk di konsumsi dengan dosis tinggi untuk ibu hamil.

Berikut tata cara yang bisa kalian ikuti untuk membuatan air rebusan daun kumis kucing yang baik:

Cara yang pertama bisa dengan menyiapkan 4-5 lembar daun kumis kucing. Cuci bersih daun kumis kucing ini. Lalu rebus dengan segelas air sampai mendidih. Jika sudah, air rebusan ini siap dikonsumsi sehari 3 kali.

Untuk cara yang kedua bisa dengan menyiapkan 50 gram daun kumis kucing. Kemudian daun ini dicuci dan diblender dengan air 150 ml. Saring airnya, lalu beri tambahan madu dan siap dikonsumsi.

(Alfina Khoerotul Aeni adalah mahasiswa Prodi Farmasi Reguler, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Tinggal di Desa Krajan Taraban, Kecamatan Paguyangan, Brebes)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita