Sabtu, 23/07/2022, 06:45:56
Sejarah Perkembangan Aljabar
Oleh: Naylufar Zahida
--None--

DI kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan aljabar. Di dalam berbagai bidang kehidupan nyatanya telah banyak yang mengangkat permasalahan- permasalahan aljabar ke dalam bidang mereka sendiri.Baik dari bidang ekonomi maupun bidang-bidang lainnya,  aljabar selalu diterapkan untuk mencapai suatu keputusan dengan hasil yang baik. Sehingga tak perlu heran jika kita disekolah mendapatkan materi pembelajaran Aljabar ketika belajar di kelas.

Singkat Aljabar merupakan cabang matematika dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan dari aritmatika. Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan kuantitas.
Menurut Krimanto, Aljabar merupakan cabang dari matematika yang berhubungan dengan analisis kuantitas, persamaan, hubungan dan struktur yang terbentuk. Analisis dari dasar Aljabar diawali dengan penyajian simbolik kuantitas serta operasinya, yang melingkupi persamaan-persamaan, baik persamaan linear, dan persamaan kuadrat. Aljabar juga sering dimaksudkan sebagai bahasa simbol dan hubungan (Warsitasari, 2015).

Menurut Watson (Andriani, 2015) aljabar adalah cara kita untuk menyatakan generalisasi tentang bilangan, kuantitas, hubungan dan fungsi. Lebih lanjutnya, pada level sekolah aljabar menurut Watson aljabar dideskripsikan sebagai:
1. Generalisasi aturan tentang bilangan dan pola-pola
2. Menipulasi dan transformasi pernyataan dalam bentuk simbol
3. Aturan dalam tranformasi dan penyelesaian persamaan
4. Kajian tentang struktur dan sistem abstraksi dari komputasi dan relasi
5. Pemodelan struktur matematika dari situasi di dalam atau diluar konteks matematika
6. Pembelajaran tentang variabel, fungsi dan mengekspresikan perubahan dan hubungan-hubungannya.

Didalam aljabar juga terdapat suku-suku pembentukannya yaitu:
Yang pertama, Koofesien yang merupakan sebuah bilangan yang diikuti variabel dibelakangnya, contoh:
2x , 2 adalah koofesien dari x
38y , 38 adalah koofesien dari y
106z , 106 adalah koofesien dari z.

Yang kedua ada variabel, variabel adalah huruf kecil yang melambangkan bilangan yang belum diketahui contohnya :
6p , artinya p adalah variabel dari 6
7d , artinya d adalah variabel dari 7 .

Yang ketiga ada konstanta, konstanta adalah bilangan tetap yang tak memiliki variabel contohnya, 2x+7y+4, konstantanya adalah 4 Yang terakhir ada suku, suku merupakan bagian aljabar yang dipisah oleh operasi jumlah atau selisih. Contohnya, 2x, 3x+y, 4x+2y-3z.

Sejarah asal mula Aljabar itu berasal dari bangsa Babilonia Kuno yang mengembangkan sistem aritmatika yang cukup rumit,sehingga tercipta rumusan-rumusan yang dengan hal ini mereka mampu menghitung dalam cara yang mirip dengan aljabar sekarang ini. Dengan menggunakan sistem ini, mereka mampu mengaplikasikan rumus dan menghitung solusi untuk nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan dengan menggunakan persamaan Linier, persamaan Kuadrat dan Persamaan Linier tak tentu.

Sedangkan sejarah Aljabar di Arab tak luput dari jasa seorang tokoh matematikawan yang bernama Al-Khawarizmi, beliau lah orang pertama yang menggunakan istilah Aljabar. Aljabar kini menjadi ilmu yang populer sampai sekarang hingga saat ini pun Aljabar dikenal dengan nama arabnya. Kemudian Aljabar mulai berkembang terus hingga akhirnya secara garis besar aljabar itu sendiri dapat di klasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu ada, Aljabar linier, Aljabar elementer, Aljabar abstrak dan Aljabar universal.

Terdapat banyak hal yang dapat kita perhatikan dari sejarah aljabar Babilonia salah satunya penggunaan aljabar dalam kehidupan sehari-hari bangsa Babilonia yang tercantum ddalam lempenganlempengan batu. Berbagai penyelesaian masalah dilakukan dengan cara observasi dan bersifat empiris sehingga hasil yang didapatkan tidaklah bersifat abstrak.
Metode penyelesaian yang digunakan pada aljabar Babilonia juga dapat diaplikasikan dalam permasalahan saat ini.
Menurut (Warsitasari, 2015) dalam penelitiannya, indikator berpikir aljabar adalah sebagai berikut: (1) Memahami pemakaian simbol seperti huruf, gambar atau kata-kata untuk memisalkan sesuatu yang tidak diketahui yang disebut sebagai variable, (2) Menampilkan keterkaiatan antara bilangan-bilangan dengan gambar, kata-kata atau bentuk aljabar untuk menyatakan pola bilangan, (3) Memastikan suku sebelumnya atau suku selanjutnya dengan menganalisis keterkaitan antara bilangan-bilangannya, (4) Menyusun persamaan untuk menyatakan keterkaitan antara nilai atau hasil, (5) Menentukan suku sebelumnya atau suku selanjutnya melalui pengamatan keterkaitan antara bilangan-bilangan, (6) menggambarkan hubungan antara bilangan-bilangan dengan gambar, kata-kata atau bentuk aljabar untuk menyatakan pola bilangan, (7) Menentukan nilai dari variabel sebagai sesuatu yang tidak diketahui.

Dari penelitian saya melalui kajian pustaka dan studi literatur manfaat Aljabar untuk kehidupan sehari-hari telah dibuktikan oleh matematikawan dari zaman ke zaman yang terus dikembangkan sedemian rupa, dari yang tadinya di zaman babilonia sistem ini digunakan untuk mencari solusi dari nilai yang tidak diketahui, contoh sederhananya pada saat jaman babilonia mungkin aljabar sebatas mencari nilai x dari persamaan 3x+2=12 hal ini terus berkembang hingga sistem aljabar dapat digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan ini, seperti manajemen uang belanja, uang saku dan uang gaji dengan Aljabar pedagang juga terbantu untuk menghitung untung, rugi dan modal yang sesuai dan baik atau pun permasalahan yang sering kita jumpai di soal-soal cerita pada SPLDV dan sebagainya. Meskipun dikelas pembelajaran aljabar tidaklah membahas tentang sejarahnya namun tidak ada salahnya jika kita mengetahui ataupun mempelajari tentang asal mula terbentuknya aljabar serta perkembangannya hingga sekarang.

Aljabar menjadi ilmu yang dipelajari oleh berbagai kalangan dari pelajar sekolah menegah, mahasiswa, hingga matematikawan. Tak kenal maka tak sayang hal ini berlaku pula pada kita dan juga aljabar. Jika kita saja tidak mengenal Aljabar bagaimana kita bisa sayang dan mengerti tentang Aljabar itu sendiri karena minimnya pengetahuan kita tentang sejarah Aljabar menjadikan kita seringkali memandang Aljabar sebagai pelajaran yang kita anggap sebagai ilmu yang mempersulit,tidak ada manfaat di kehidupan sehari-hari dan Panjang-panjang proses hitungnya, padahal jika kita sudah kenal dengan ilmu ini Aljabar ini sangatlah berguna dan bermanfaat.

(Naylufar Zahida adalah Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita