dr Intan Ayu Larasati, Direktur Klinik Pratama Rawat Inap Arrohmah Tonjong, Kabupaten Brebes (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Ibadah puasa yaitu dengan menahan lapar dan haus serta syahwat, ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh, tak terkecuali bagi otak yang merupakan organ vital bagi manusia. Hal itu diungkapkan oleh dr Intan Ayu Larasati, Direktur Klinik Pratama Rawat Inap Arrohmah Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Menurutnya, dari beberapa referensi dan artikel tentang kesehatan yang dibacanya menyebut, bahwa puasa banyak memberi manfaat yang luar biasa. Salah satunya disebabkan oleh satu hal penting yaitu asupan makanan dan minum yang terbatas.
"Kondisi itu memberikan manfaat pada organ tubuh secara umum, karena kerja metabolisme tubuh menjadi berkurang atau tubuh bisa beristirahat," katanya kepada PanturaNews, Selasa 05 April 2022.
Saat suplai makanan menjadi terbatas selama menjalani ibadah puasa, maka ini juga akan memberikan efek positif untuk otak. Diantara manfaatnya, adalah sumber energi pada otak didapatkan dari organ hati.
"Saat puasa, glukosa sebagai salah satu zat gizi penting untuk otak hanya mampu memenuhi tidak sampai separuh kebutuhan otak. Hal itu akhirnya memaksa tubuh memecah cadangan energi yang ada pada organ hati, berupa glikogen dan asam lemak," terang dr Intan mengutip penjelasan ahli kesehatan.
Pada kondisi tersebut cukup baik untuk tubuh, karena energi cadangan untuk otak yang ada pada organ hati akan digunakan, sehingga tubuh memiliki kesempatan untuk meregenerasi atau memperbarui cadangan energi dalam tubuh.
"Utamanya yang ada pada organ hati. Kondisi ini membuat cadangan energi dalam tubuh menjadi lebih baik karena selalu beregenerasi," ucap dokter yang bertugas di Puskesmas Kutamendala Tonjong ini.
Disebutkan, puasa akan memperbaiki sel-sel dalam otak. Sebab, asupan energi berbeda selama berpuasa, berupa asam lemak, untuk otak ternyata memberikan manfaat luar biasa. Kondisi ini tercipta karena asam lemak yang akan digunakan sebagai energi untuk otak mengalami proses ketosis yang akhirnya memaksa otak untuk melakukan proses perombakan atau autofagi pada sel lama dalam otak.
"Jadi penggunaan sumber energi baru pada otak, berupa asam lemak, akan memberikan manfaat, yaitu sel lama otak yang dirombak. Kondisi ini sangat baik, karena akan mendukung sel otak selalu bekerja optimal," terangnya.
Selanjutnya, puasa yang menimbulkan rasa lapar akan menstimulasi sel baru untuk otak. Jangan salah, otak sebagai pusat pengatur rasa lapar juga mendapatkan manfaat akibat munculnya rasa lapar saat seharian berpuasa.
"Hormon lapar, yaitu ghrelin, akan memicu tubuh mengalami proses autofagi. Proses ini yang akan mendukung terjadinya penghancuran sel-sel tua yang pada otak, sehingga sel yang ada pada otak dapat dirombak dan menghasilkan sel baru yang masih berkualitas untuk menjalankan fungsi vital otak," paparnya.
Manfaat puasa lainnya untuk kesehatan otak adalah meningkatkan fungsi otak. Perubahan sumber energi untuk otak selama puasa, ternyata meningkatkan fungsi otak dalam menghantarkan sinyal-sinyal tertentu.
"Selain itu, puasa yang dikombinasikan dengan olahraga juga menunjukkan manfaat yang baik untuk otak," pungkasnya.