Minggu, 13/02/2022, 20:05:23
Tinjau Bencana di Dermasuci, Dewi Aryani: Relokasi Rumah Sangat Urgent
-LAPORAN SL. GAHARU

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani meninjau bencana longsor dan tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. (Foto: Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 13 Februari 2022 dini hari yang mengakibatkan puluhan rumah rusak berat dan ringan dan ratusan warga mengungsi, membuat keprihatinan banyak pihak.

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si langsung bergerak meninjau posko pengungsian warga korban longsor dan tanah bergerak di Desa Dermasuci, Minggu 13 Februari 2022 siang.

“Saya ke Desa Dermasuci setelah menyelesaikan kunjungan korban banjir di Desa Sidaharja, Plumbungan, Kecamatan Suradadi dan Kecamatan Kramat,” ujar Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Pada peninjauan korban banjir, Politisi PDI Perjuangan itu, memberikan bantuan berupa bahan pangan kepada warga yang terisolir akibat debit air yang masih tinggi. Dewi Aryani juga membuka Dapur Umum Darurat Banjir di Rumah Aspirasi Desa Sidaharja.

Begitu tiba di posko evakuasi warga Desa Dermasuci, Dewi Aryani langsung menuju titik pengungsian yang berada di SD Negeri Dermasuci. Sedikitnya terdapat lebih dari 50 warga ditempatkan di ruang-ruang kelas yang kebanyakan dari mereka adalah wanita, lansia dan beberapa ibu hamil dan anak-anak balita.

Dibantu para relawan, Dewi Aryani menyerahkan bantuan berupa madu, masker, viramin, air mineral dan biskuit untuk balita dan ibu hamil. DeAr sempat berdialog dengan warga, dan berpesan agar warga yang mengungsi untuk tenang dan tetap menjalankan ibadah.

"Yang sabar njih bu, tetap tenang dan tetap menjalankan ibadah walau dengan keterbatasan tempat," pesan Perempuan Parlemen 3 periode dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kota-Kabupaten Tegal dan Brebes ini.

Dewi Aryani pun terus mengingatkan warga, untuk jangan lalai menggunakan masker dan terus menjalankan protokol kesehatan.

"Saya titip pesan maskernya selalu digunakan, apalagi ini ramai pengungsi, kasus Covid-19 mulai meningkat lagi, tetap disiplin untuk menjaga protokol kesehatan," tegas.

Dalam kesempatan itu, Dewi Aryani bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono juga meninjau rumah warga yang berada di dataran tinggi yang mengalami dampak relatif parah. Karena medan yang ekstrim, Dewi Aryani terpaksa harus menaiki mobil patroli bak terbuka milik Pores Tegal.

Terlihat, beberapa ruas jalan desa mengalami keretakan hingga mencapai 30 sampai 50 sentimeter. Untuk menuju titik lokasi terparah, harus menempuh jalanan terjal dan berliku sepanjang kurang lebih 3 kilometer jaraknya.

"Medannya luar biasa, kita lihat tadi, ruas-ruas jalan mulai mengalami keretakan dan kemiringan yang cukup parah. Ini sangat-sangat membahayakan warga," ungkap Dewi Aryani saat tiba di lokasi terparah.

Rumah-rumah warga tampak mulai dikosongkan. Tiang rumah dan pondasi dari bebatuan yang tebal pun tak kuasa menahan kuatnya pergerakan tanah. Sebagian rumah terlihat sudah miring lebih dari 30 derajat, dan lantainya pun sudah terbelah. Jelas ini kondisi yang sangat-sangat tdak aman untuk warga tetap bertahan.

Saat dialog dengan Sekda, Kepala Desa Dermasuci dan Kapolsek Pangkah tepat di titik pergeseran tanah, Dewi Aryani mengimbau agar warga seluruhnya dievakuasi di tempat yang lebih aman. Pemkab Tegal diminta secepatnya merealisasikan rencana relokasi tempat tinggal warga yang terdampak.

"Lokasi ini pergerakan tanahnya sangat parah, relokasi tempat tinggal warga merupakan hal yang urgent. Ini harus segera dimatangkan, soal anggaran prioritaskan saja menggunakan dana CSR yang selama ini sudah terkumpul. Itu saja dulu yang digunakan," pinta Dewi Aryani.

Diketahui, karena intensitas hujan yang tinggi terutama di wilayah Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, mengakibatkan pergerakan tanah yang sangat dirasakan warga.

Pergerakan tanah di Desa Dermasuci terjadi Minggu 13 Februari 2022 dini hari, pemerintah Desa Dermasuci, dibantu aparat Kepolisian Pangkah, relawan dari PMI dan BPBD segera mengevakuasi warga.

Sebanyak 97 rumah rusak ringan dan berat akibat bencana tanah bergerak dalam sepekan terakhir di darah tersebut, sehingga mengakibatkan sekitar 200 warga terpaksa mengungsi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita