Minggu, 13/02/2022, 17:53:22
Seni dan Kesadaran Tubuh dalam Menari
Oleh: Fita Dwi Oktavia
--None--

INDONESIA sebagai negara yang mempunyai budaya dan kesenian yang heterogen, seperti seni music, seni tari, seni lukis, seni film dan lain sebagainya. Seni merupakan salah satu aspek yang perlu dipahami, tanpa adanya seni kehidupan manusia terasa gersang.

Dalam menikmati kehidupan tentu kita membutuhkan suatu hiburan melalui seni. Terdapat beraneka ragam seni, salah satunya yaitu seni tari. Tari adalah gerak keseluruhan tubuh yang ditata dengan irama lagu pengiring, sesuai dengan lambang, watak, dan tema tari.

Seni tari merupakan seni yang menggunakan dimensi tenaga, gerakan, waktu dan musik. Dari dimensi tersebut maka bisa dinikmati oleh para penikmat seni tari. Tarian berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan pola pikir masyarakat. Tari berkembang melalui dua jalur yaitu ada tari klasik dan tari rakyat. Tari klasik itu bersifat sederhana, serasi dan tidak berlebihan yang berasal dari istana atau keraton. Tarian rakyat berasal dari luar istana yang dikembangkan oleh masyarakat daerah.

Seni yaitu segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah,sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (Ki Hajar Dewantara). Seni sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia. Seni merupakan pengolahan budi manusia secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan jasmani manusia.

Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan yang tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta, dan karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat sentuhan keindahan atau estetika.

Tubuh adalah rumah bagi perjalanan jiwa seseorang, di sana tersimpan jejak-jejak peristiwa yang dialami manusia sepanjang hidupnya, baik itu berupa kenyamanan maupun rasa traumatic. Setiap tubuh manusia pun sebenarnya menyimpan dualitas sifat, yaitu sifat maskulin dan feminine. Selalu ada sisi feminine dalam diri seorang laki-laki dan ada sisi maskulin dalam tubuh perempuan. 

Peradaban manusia telah mendefenisikan gender secara dikotomis bagi laki-laki dan perempuan. Padahal setiap orang semestinya bisa menjelajahi sisi-sisi yang memang sudah tersimpan di dalam tubuhnya. Baik itu penjelajahan tubuh lintas definisi gendernya maupun eksplorasi seluruh ingatan yang tersimpan di dalam tubuhnya.

Keberanian membedah tubuh tersebut pastinya akan menghasilkan berbagai temuan dalam diri, yang pada ujungnya adalah kita berhasil memiliki kesadaran atas tubuh kita sendiri. Memahami tubuh, tarian, makna didalamnya, dan karya sama dengan memahami kehidupan. Tempaan dalam proses berkesenian akan membentuk jiwa menjadi lebih kuat, terbuka, dan belajar melihat segala sesuatu dari segala sisi.

Menari adalah mengeksplor setiap bagian tubuh, tubuh sebagai media ekspresi pengungkapan rasa yang divisualisasikan dengan setiap gerakan yang bermakna tanpa berkata-kata, sebab setiap gerakan mampu menunjukkan lebih dari sekadar kata-kata.

Jika manusia mempelajari tubuh beserta kedalamannya, kita memiliki 7 lapisan tubuh yaitu: yang pertama tubuh fisik yaitu tubuh yang paling padat sebagai tubuh yang paling nyata, yang  dilihat dengan mata, yang dirasakan karena tubuh fisik tubuh terluar seseorang. Yang kedua adalah tubuh emosi merupakan pusat penyimpanan emosi, rasa dalam diri manusia, segala peristiwa baik atau buruk terekam jelas dalam tubuh emosi.

Yang ketiga tubuh mental pada tubuh ini manusia mulai berpikir, belajar, dan juga mencipta suatu karya dalam dirinya. Yang keempat yaitu tubuh intuisi merupakan penyeimbang antara alam duniawi dengan alam spiritual, proses perjalanan spritualitas seseorang berada dalam tubuh ini.

Yang kelima adalah tubuh atma atau pusat karisma seseorang. Yang keenam adalah tubu modad yaitu tubuh cahaya tempat ke aku-an diri. Ketujuh ada tubuh ilahi tempat kesadaran kosmos dan kedekatan dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Banyak belajar dari dunia tari memperdalam tentang tubuh dan kesadaran tubuh manusia sebagai media yang mengungkapkan perasaan, energy, doa dan juga hal-hal yang sifatnya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Menari bukan hanya gerak tubuh semata namun dengan terhubungnya tubuh dan alam semesta.

Menari sama dengan mempelajari tentang otoritas tubuh dan kepemilikan tubuh. Bahwa tubuh setiap individu adalah miliknya sendiri, dirinya yang memiliki kuasa penuh untuk mengontrol dan mengendalikan sendiri, sehingga tidak terpengaruh dan bisa merdeka atas tubuhnya.

Menari tarian tradisional sama halnya dengan menjaga dan melestarikan budaya asli bangsa agar tidak hilang. Bangga akan kebudayaan bangsa dan turut serta mengembangkan dan berkarya sesuai kemampuan diri untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dan lebih berbudaya.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita