Selasa, 30/11/2021, 15:01:59
Cegah Longsor Perhutani Lakukan Sosialisasi dan Mitigasi Bencana
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Petugas dari Perhutani dan Polsek memberikan tanda pada pohon di lokasi yang dilarang untuk digarap (Foto: Dok. Zaenal) 

PanturaNews (Brebes) - Cegah bencana alam tanah longsor di dataran tinggi Gunung Slamet wilayah Kecamatan Sirampog dan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, PT Perhutani BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat lakukan sosialisasi dan mitigasi bencana, Selasa 30 November 2021.

Sosialisasi pencegahan bencana dilakukan dengan memasang spanduk dan banner peringatan bahaya bencana di 25 titik, dan penanaman ribuan pohon. 

Administrartur/KKPH Perhutani Pekalongan Barat, Gunawan Catur HR melalui Asper BKPH Paguyangan Sujono yang didampingi KSS Komper KPH Pekalongan Barat Sugiyono mengatakan, Perhutani melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadi bencana longsor. 

Bencana alam terjadi biasanya karena adanya alih fungsi hutan akibat penggarapan liar. Karenanya Perhutani saat ini gencar lakukan sosialisasi untuk penutupan garapan liar. 

"Sosialisasi kami lakukan dengan mendatangi warga melalui masjid-masjid, ajak warga untuk tidak lagi melakukan penggarapan di lahan Perhutani," katanya.

Perhutani juga melakukan penanaman pohon kopi di beberapa titik yang rawan terjadi longsor. Seperti di Petak 19K, 19D, RPH Igirklanceng tepatnya di Dukuh Igirgowok, juga di Petak 13D komplek wisata Cantel. 

Menurutnya, sejak 2020 hingga 2021 ini sudah 700 ribu pohon kopi ditanam dan juga sekitar seribu pohon durian. Penanaman pohon kopi dan durian dimaksudkan untuk merubah masayarakat beralih dari tanaman semusim seperti sayuran ke komoditi non semusim. 

"Kita mengajak warga agar beralih ke tanaman yang non semusim yang dapat mencegah terjadinya bencana longsor dan juga banjir bandang," kata Sujono. 

Dikatakan, saat ini curah hujan cukup ektrim karena sejak beberapa hari lalu telah dilakukan penanaman 273 ribu pohon kopi untuk mencegah erosi dan bencana longsor di RPH Igirklanceng. 

"Ini bagian dari upaya Perhutani untuk melakukan mitigasi atau pencegahan terjadinya bencana alam baik tanah longsor atau banjir akibat erosi," kata Sujono. 

Sosialisasi dan mitigasi bencana dilakukan Perhutani bersama personil dari Kantor Kecamatan, Polsek dan juga Koramil di wilayah Kecamatan Sirampog. 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita