Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang memiliki pernyataan sastra yang paling dalam. Kata-kata yang dipakainya juga mengandung arti yang memang sangat mendalam dan penuh simbol-simbol.
Membaca puisi merupakan sebuah kenikmatan seni sastra karena pembaca ikut serta ke dalam pernyataan-pernyataan yang dicurahkan seorang penyair melalui baris-baris puisinya. Dan si pembaca pun akan ikut merasakan ke dalam kata-kata puitis yang ditulis oleh penyair.
Dapat dikatakan bahwa pemakaian bahasa yang tepat sangat dibutuhkan dalam puisi, sehingga dapat menggetarkan jiwa, dengan keindahan bahasa yang ada dalam puisi. Yang dapat membuat pembaca merasakan keindahannya sebagai rasa senang, gembira, terharu, kagum dan takjub saat membaca.
Dalam keindahan terkandung kebenaran. Kebenaran di sini ialah kebenaran tentang arti kehidupan, kebenaran yang belum disampaikan secara langsung tetapi dieksperikan melalui rangkaian kata yang dialami oleh penyair tentunya. Ada beberapa dampak dari penulis puisi, yakni sebagai berikut:
Pertama, menulis puisi dapat mengasah kemampuan kepedulian terhadap seseorang. Dari penulis puisi kita dapat merasakan kepedulian kita terhadap seseorang yang kita sayangi, misalnya saja orang yang paling kita sayang adalah ibu yang mana telah melahirkan dan merawat kita dari bayi sampai sekarang dapat melihat dunia yang luas ini. Contohnya kita dapat menuliskan sebuah puisi yang romantis untuk ibu yang sangat berharga dihidup kita, tidak ada duanya dan yang selalu ada dihati kita untuk selamanya.
Kedua, menulis puisi dapat meningkatkan kreativitas. Ketika kita mau menulis puisi ya tentunya sesuai dengan suasana hati, dimana ketika kita sedang senang puisi-puisi yang kita buat akan senang juga ketika dibaca bahagia yang membuat seseorang tersipu. Sesuka hati saja, kita dibebaskan untuk menulis puisi tidak harus senang dan tidak harus sedih intinya kreativitas kita dibebaskan dengan pemilihan kata-kata yang bermakna serta mempunyai arti yang dalam.
Ketiga, menulis puisi dapat melahirkan pengaruh positif. Tentu dengan menulis puisi penyair akan membuat sesuatu yang ada dalam pikirannya, tentunya hal yang positif seperti menulis puisi untuk guru tercinta penulis dengan matang-matang memilih bahasa yang memang dipersiapkan dalam pikirannya untuk gurunya setelah mengajar dan mendidiknya selama ini.
Pengaruh positif bagi pembacanya yakni mereka akan membaca dengan menghayati dari puisi tersebut sehingga akan memunculkan empati dan menghargai perihal membaca puisi bertemakan guru bahkan akan merasakan terharu yang mandalam atas apa yang telah dikorbankannya selama ini.
Keempat, menulis puisi dapat menumbuhkan bakat menulis. Dengan menulis seseorang akan mendapatkan sesuatu yang baru, penulis profesional dan penyair yang hebat. Intinya ketekunan dan niat yang memang harus selalu dibiasakan sehingga kita dapat menulis secara baik dan benar.
Kelima, menulis puisi dapat memunculkan keberanian seseorang. dengan cara menulis seseorang akan lebih mudah untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan yang tidak adapat dijelaskan atau diungkapkan dengan secara lisan tetapi mereka sebagai penulis dapat mengungkapkannya secara tulisan. Misalnya saja ada orang yang memang sedang jatuh cinta terhadap seseorang, mereka akan membuat kalimat atau sebuah puisi sebagai ungkapan perasaannya yang selama ini dipendamnya. Sehingga tak ada kata malu tetapi berubah menjadi keberanian untuk melawannya.
Sekarang sebagian besar siswa mengaku lebih mudah menulis puisi saja dari pada mengapresiasi puisi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan industri musik di Indonesia, memang musik saat ini menjadi racun bagi mereka yang selalu mengikuti dari anak kecil sampai orang dewasa.
Dengan pembelajaran puisi pun di sekolah kurang berjalan dengan baik karena faktor pembelajaran pertama, yang diberikan oleh guru yang biasa saja tanpa ada inovasi yang baru untuk setiap pembelajaran puisi, kedua minat siswa yang kurang karena SDMnya memang tidak begitu dapat dinikmati karena bosan, ketiga bahan ajar dimana setiap pembelajaran itu bahan adan alatnya hanya itu-itu saja tanpa ada tambahan yang dapat membuat si anak mau serius dalam pembelajaran, maupun media pembelajaran mengapresiasi puisi di sekolah kurang berhasil. Jika hal ini terus berlangsung, pengajaran bersastra di sekolah sepertinya akan sulit untuk menumbuh kembangkan dalam kemampuan dan sikap apresiasi siswa terhadap karya sastra baik puisi dan karya sastra lainnya.
Perkembangan zaman serba global ini, pertumbuhan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesenian. Teknologi elektronik berperan dalam menciptakan suatu genre baru dalam dunia kesenian yaitu seni elektronik. Sekiranya seni sastra juga harus mampu beradaptasi dengan selera atau audio yang tidak asing bagi siswa yang hidup pada zaman modern pada saat ini. Adaptasi karya sastra tersebut bukan berarti harus hanya perlu mengemasnya saja menjadi bentuk yang menarik dan salah satunya yaitu dengan media musikalisasi puisi.
Karya sastra yang dikemas dengan menggunakan perlatan elektronik dapat membuat siswa lebih menarik dan minatnya pun akan meningkat. Dengan perpaduan musik drama dan puisi inilah seseorang akan lebih tertarik untuk ikut dalam sebuah pembelajaran. Contohnya dapat diterapkan di siswa-siswa yang memang minatnya kurang.
Entah masyarakat maupun pelajar yang suka puisi dapat mengikuti event-event yang ada, dimana untuk mencoba pengalaman yang memang untuk mengasah sebuah kemampuan yang kita miliki dengan cara menulis puisi dan membacanya. Serta dapat menggunakan teknologi seperti youtube atau media lainnya untuk membuat puisi kita lebih menarik dan dipaparkan dimedia sosial kita.
Jadi, nilai puisi juga mampu memberikan manfaat bagi penulis tentunya untuk pembaca juga dalam rangka membentuk pandangan hidupnya, karena puisi sangat erat hubungannya dengan kehidupan dan perasaan. Secara untuk mengimbangi perkemangan zaman sekarang puisi dapat dikemas dengan berbagai cara untuk memikat semua orang lain, seperti musikalisasi puisi, puisi yang dipadukan dengan berbagai macam kesenian lainnya yang dapat diunggah juga dimedia massa untuk mengapresiasikannya tanpa takut akan kehilangan suatu karya yang kita ciptakan. Siapapun mampu untuk menjadi seorang penyair, kunci utamanya adalah niat, keseriusan dan kesabaran.
(Wulan Purnama adalah Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)