Senin, 28/10/2019, 07:51:25
Terbang ke Qatar, Belajar Perkembangan Islam
Oleh: H. Tambari Gustam
--None--

Tambari Gustam (kanan) bersama Brigjen Pol. DR. Antony Siahaan (kiri) dan DR. Inang Inarso (tengah).

Minggu  27 oktober 2019 tengah malam, para duta diplomatik dibawah pimpinan Komjen Pol Agung Budi Maryoto yang berjumlah dua puluh dua orang, terbang ke Dhoha, Qatar menggunakan pesawat Qatar Airways.

Rombongan duta diplomatik  masing-masing mewakili dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai daerah. Penulis ada di tengah rombongan yang mewakili Tegal, Jawa Tengah.

Salah satu peserta dari Unsur Nahdlatul Ulama (NU) Kultural asal Jombang, Jawa Timur, Profesor Sean Choir, seorang akademisi dan pengamat tentanng Budaya Islam Timur Tengah, menyebutkan perjalanan diplomatik ini berbeda saat Study banding di Bosnia dan Vatikan.

Perjalanan kali ini benar-benar melelahkan. Penulis juga merasakan itu. Sebab hampir tiga hari menjelang keberangkatan belum bisa tidur nyenyak. Dari tanggal 25 Oktober 2019 sampai saat ini sudah di atas pesawat Qatar Airways,  masih juga sangat sulit mata untuk dipejamkan .

Profesor Sean Choir  sudah mengikuti perjalanan diplomatik dari program study Xinjiang, Bosnia, dan sekarang ke Maroko dan Spanyol.

Menurut Kombes Pol. Achmad Kartiko, SIK, MH kunjungan ke Maroko untuk belajar tentang perkembangan Islam di daerah kawasan Afrika yang masih mengedepankan kearifan lokal, sehingga perkembangan Agama Islam masih bernuansa tradisi.

Berbeda dengan di Spayol yang sudah mengalami kemunduran, karena perkembangan era kekinian.  Tradisi yang terjadi di Maroko sangat berbeda dengan perkembangan Islam di Spanyol. 

“Maka mari belajar dari kedua negara tersebut, bahwa kearifan lokal masih sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi benturan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya kepada rombongan menjelang keberangkatan.

Penerbangan dengan Nomor QR 955 pesawat Qatar Airways, selama 8 jam perjalanan menuju bandara Dhoha, Qatar, Afrika, rombongan dipandu Jesica dari  His travel. Rombongan akan mengikuti kunjungan diplomatik ke berbagai kota bersrjarah di negara Maroko dan Spanyol.

(Tambari Gustam adalah tokoh masyarakat nelayan, seniman dan budayawan. Tinggal di Muarareja, Kota Tegal, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita