Selasa, 18/06/2019, 16:03:09
Balai Arkeologi Teliti Temuan Fosil Manusia di Bumiayu
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Profesor Dr Harry Widianto DEA, profesor riset dari Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (baju merah) bersama salah satu anggota tim penelitiannya mengamati bebatuan di aliran sungai Cisaat Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Profesor Dr Harry Widianto DEA, profesor riset dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penelitian atas temua fosil tulang manusia di Situs Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti tambahan kemungkinan keberadaan manusia purba Homo Erectus Arkaik di Bumiayu yang diperkirakan usianya tertua di pulau Jawa dan Indonesia.

"Kita saat ini melakukan penelitian proses migrasi tertua manusia purba di Situs Bumiayu, untuk mengumpulkan bukti-bukti setelah ditemukannnya fosil Homo Erectus Arkaik," katanya kepada awak media, Selasa 18 Juni 2019.

Menurut profesor Harry, setelah ditemukan bukti-bukti yang kuat yang sebelumnya tercatat bahwa manusia purba tertua itu ada di Sangiran, maka dengan adanya temuan fosil manusia di Bumiayu yang usianya lebih tua atau sekitar 1,8 tahun yang lampau. Usia tersebut jauh lebih tua dari fosil manusia purba di Sangiran Sragen yang usianya sekitar 1,5 juta tahun.

"Melihat bukti-bukti yang ada situs di Bumiayu ini jauh lebih tua dan secara teori juga munculnya pulau Jawa itu dimulai dari barat terus ke timur," ungkap Harry.

Dikatakan, wilayah Bumiayu ke utara sampai Tegal dulunya merupakan pantai timur dari pulau Jawa. Pulau ini muncul Jawa Barat dahulu, kemudian terus naik daratannya sehingga muncul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga dipastikan kehidupan di Bumiayu ini juga lebih tua dibandingkan dengan kehidupan yang ada di sebelah timurnya.

"Situs Bumiayu ini menunjukkan adanya faona tertua di Pulau Jawa, yakni periode 2 juta tahun lebih, sehingga sangat mungkin jika manusia purba yang hidup itu juga lebih tua jika dikaitkan dengan faona tersebut," kata Harry.

Profesor Harry mengungkapkan, keberadaan Situs Bumiayu telah lama menjadi perhatian dan obyek penelitian para ahli purbakala pada tahun 1920 an, yang kemudian terhenti. Saat ini kembali menjadi perhatian dengan adanya temuan-temuan fosil hewan purba dan kini juga sudah ada tanda-tanda adanya manusia purba yang fosilnya juga mulai ditemukan.

"Fosil manusia purba yang sudah ditemukan berupa tulang bonggol atau paha manusia purba, ada dua tulang dari dua manusia purba yang berbeda," ungkapnya.

Tim Peneliti yang dipimpin langsung oleh Prof Harry dalam melakukan penelitian turun dan meninjau langsung lokasi temuan dengan menyusuri sungai Cisaat Bumiayu, dipandu tim pelestari Situs Bumiayu H Rafli Rizal dan Karsono juga lainnya.

Perlu diketahui sebelumnya para pelestari fosil binatang purba Bumiayu telah menemukan beberapa potong fosil tulang kaki manusia. Fosil binatang purba dari berbagai jenis hewan purba juga telah lama ditemukan. Seperti fosil gajah purba, kerbau purba dan lainnya dismpan di Museum Mini Bumiayu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita