Senin, 12/11/2018, 16:40:19
Pekerjaan Jembatan Kalierang Dibayangi Hujan
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Sebuah alat berat backhoe sedang digunakan untuk penggalian pondasi pembuatan turap jembatan (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Pekerjaan pembangunan jembatan dan jalan Kalierang Kecamatan Bumiayu, Kabuapten brebes, Jawa Tengah, dibayang-bayangi hujan. Hujan yang saat ini mulai sering turun dikhawatirkan akan menghambat jalannya pekerjaan jembatan yang opritnya ambrol akibat bencana alam.

Pengawan pekerjaan, Komar mengatakan, pekerjaan pembangunan jembatan dan jalan Kalierang meliputi pekerjaan pembuata turap sepanjang 45 meter dan tinggi tujuh meter. Pembuatan turap dengan kontruksi cor redimix.

"Pembanguna turap sepanjang 45 meter saat ini sedang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan," ujarnya kepada PanturaNews.Com, Senin 12 November 2018.

Selain pembuatan turap juga ada pekerjaan pembuatan jalan sepanjang 95 meter dan lebar 2,5 meter. Saat ini sedang dilakukan pemasangan kontruksi rangka besi untuk turap.

Pekerjaan dilakukan menggunakan alat berat untuk penggalian dan mengalihkan arus air. Pekerjaan sempat terkendala jika turun hujan berat, karena dapat mengakibatkan longsor dan juga dikwatirkan membahayakan alat berat yang digunakan.

"Kalau turun hujan lebat terutama di daerah hulu, dapat menghambat jalannya pekerjaan," kata Komar, pengawas dari UPT DPU TR WIlayah Bumiayu ini.

Pelaksana pekerjaan, Atut juga mengakui jika pekerjaan pembangunan jembatan dan jalan dapat terhambat jika turun hujan. Meski begitu optimis bekerjaan akan dapat dilakukan dan selesai tepat waktu.

"Kendalanya kalau hujan deras saja, karena penggalian pondasi untuk turap juga terhambat kalau hujan," katanya.

Pembangunan jembatan dan jalan Kalierang Kecamatan Bumiayu didanai dengan anggaran APBD Perubahan Brebes 2018. Nilai kontrak seperti yang tertera di papan informasi pryek sebesar Rp 1,4 milyar lebih. Lama pekerjaan mulai 15 Oktober hingga 13 Desember 2018 mendatang.

Perlu diketahui, jembatan Kalierang yang menghubungkan Dukuh Pendawa dengan Dukuh Majapahit di Desa Kalierang, Bumiayu, putus diterjang banjir pada April 2018 lalu. Jembatan putus setelah opritnya ambrol tidak mampu menahan terjangan arus Sungai Erang tersebut, menyusul hujan deras yang turun di wilayah tersebut.

Jembatan tersebut merupakan jalur alternatif yang seringkali membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Kota Kecamatan Bumiayu. Penanganan darurat sempat dilakukan dan dapat dilintasi kendaraan roda dua. Pada saat dilakukan pekerjaan pembangunan ini jembatan kembali ditutup untuk semua kendaraan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita