Pedagang menggelar dagangan seperti biasa, namun dikeluhkan karena sepi pembeli (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Bertepatan dengan pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, pembeli di Pasar Pagi Kota Tegal nampak sepi, tapi para pedagang tetap rame seperti hari-hari biasanya.
Pantauan PanturaNews di Pasar Pagi Kota Tegal, Rabu 27 Juni 2018 pukul 07.00 WIB, beberapa pedagang mengaku berdagang seperti biasa tidak mengurangi daganganya. Ketika ditanya apakah mereka tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk nyoblos, rata-rata meraka menjawab akan nyoblos siang hari setelah berdagang.
“Yang penting dagang dulu, nyoblos kalau nyandak ya siang-siangan saja,” kata pedagang tempe asah Adiwerna, Kabupaten Tegal yang tidak mau disebut namanya.
Sementara Sunaroh, pedagang ayam potong asal Kota Tegal, belum tahu apakah dia bisa nyoblos atau tidak. Pasalnya, dia harus meladeni pelangganya yang biasa mengambil ayam darinya. Bagi dia yang juga dibenarkan pedagang lainnya, mendahulukan berdagang. Soal datang ke TPS untuk nyoblos, itu masalah kedua.
“Kalau saya tidak dagang, pelanggan saya tentu akan kecewa. Selain itu, tentu saja saya akan rugi. Ya dagang dulu, nyoblosnya nanti siang saja,” kilahnya.
Selain itu, para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Biasanya, pembeli sudah ramai sejak pukul 06.00 WIB. Tapi hari ini bertepatan adanya Pilkada, pembeli sepi. Tapi para pedagang ini berharap, siang setelah mencoblos para pembeli akan dating ke pasar.
“Sampai jam 07.00 pembeli sepi. Mungkin rada siang meraka baru bisa ke pasar. Ya mudah-mudahan saja,” harap Muniroh, pedagang ikan.