Kamis, 20/04/2017, 10:07:22
Hari Kartini, Pengasong Terminal Ngaji Bersama
-Laporan SL Gaharu

Para pengasong unjuk lancarnya membaca Al Quran pada pengajian Hari Kartini yang digelar TBM Sakila Kerti (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Pemandangan tidak seperti biasanya, nampak di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah. Ratusan wanita, tua dan muda, bak lautan jilbab membanjiri diantara deretan bus-bus yang parkr menunggu penumpang. Para wanita yang kebanyakan mengenakan pakaian putih-putih ini, memenuhi terminal untuk mengukuti pengajian yang digelar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti.

Acara yang bertajuk ‘Literasi Bermakna, Semesta Menyapa 500 Peserta’ ini, diisi dengan mengaji. Pesertanya para pengasong terminal, ibu-ibu dari 18 Majelis Taklim se Kecamatan Margadana, Kota Tegal dan masyarakat sekitar terminal. Acara dalam rangka Peringatan Hari Kartini 2017, digelar di markas TBM Sakila Kerti di dalam Terminal Bus Kota Tegal, Kamis 20 April 2017 pukul 13.00 - 16.00 WIB.

Diketahui, TBM Sakila Kerti Terminal Bus Kota Tegal, sudah menjadi sahabat bagi pengasong, tukang semir, awak bus dan masyarakat sekitar. Keberadaan TBM Sakila Kerti yang dikelola DR. Yusqon, sangat membantu mereka dalam menimba ilmu. Ribuan buku yang tersedia, dimanfaatkan untuk belajar. Bahkan delapan bulan belakangan, TBM Sakila Kerti kerja sama dengan Kemenag, memberikan pelajaran membaca dan menulis huruf Al Quran kepada para pengasong dan pedagang makanan.

“Untuk memperingati Hari Kartini tahun ini, kami sengaja menggelar acara kaum wanita mengaji. Alhamdulilah, acara ini dihadiri sesuai undangan, yaitu 500 ibu-ibu dan anak-anak muda. Selain ibu-ibu majelis taklim, para pengasong yang selama ini belajar membaca Al Quran disini, juga unjuk kebolehan membaca Al Quran,” tutur Pengelola TBM Sakila Kerti, DR. Yusqon.

Lebih lanjut dikatakan, semangat dan minat membaca para pedagang asongan dan warga terminal begitu tinggi. Di tengah kesibukan mereka mencari nafkah, jeda waktu senggang mereka dimanfaatkan untuk membaca beragam buku. “TBM Sakila Kerti menjadi sarana rekreasi baca, serta yang tidak kalah penting adalah peningkatan wawasan para pengasong," terang Yusqon.

Penyuluh Agama Kementrian Agama (Kemenag) Kota Tegal, Darsiti yang juga Pembina di TBM Sakila Kerti mengatakan, acara mengaji juga diselingi penampilan Grup Kasidah Al Istiqomah yang anggotanya ibu-ibu pengasong binaanya. Selain belajar kasidah, ibu-ibu itu juga santri membaca dan menulis huruf Al Quran.

“Ibu-ibu dan remaja yang sehari-harinya menjajakan dagangan naik turun bus, ternyata cepat sekali nenangkap apa yang diajarkan. Mereka perkembanganya cepat sekali. Hanya dalam tempo 8 bulan, mereka sudah lancar membaca Al Quran,” tutur Darsiti di sela pengajian yang digelar TBM Sakila Kerti.

Menurut Darsiti yang sekaligus menjadi guru belajar membaca huruf Al Quran, para pengasong belajar setiap hari Jumat jam 10 sampai jam 12 siang. Selain hari itu, para pengasong disela waktu istirahatnya, selalu menyempatkan belajar sendiri, atau membaca buku lain yang ada di TBM Sakila Kerti.

Salah satu pengasong peserta belajar membaca Al Quran, Sisri mengaku terharu bias menjadi bagian pada acara pengajian Peringatan Hari Kartini. Sisri benar-benar terharu. Dia yang dilahirkan cacat, tangannya hanya sebatas siku dan tidak meliki jari-jari itu, sekarang sudah lancar membaca Al Quran. Dan Sisri pun punya niat untuk belajar menulis huruf Al Quran.

"Tembé taun kiyé aku diajak mréngati Hari Kartini. Matur suwun kalih Pak Yusqon. Aku urip awit lair wis kaya kiyé, alhamdulillah saiki bisa ngaji bareng kanca-kanca nang TBM kéné, (Baru tahun ini saya diajak memperingati Hari Kartini. Terimakasih kepada Pak Yusqon. Saya hidup sejak dilahirkan ibu sudah seperti ini, alhamdulillah dapat bergabung dan mengaji bersama dengan teman-teman di TBM ini)," tutur Sisri yang sehari-harinya, meski dengan keterbatasan, memcari nafkah di Terminal Bus Tegal.

Sementara pejabat dari P2Paud MI Dikmas Jawa Tengah, Drs. Suyanto yang sengaja hadir dari Semarang ke TBM Sakila Kerti, mengaku terkesan dengan acara yang digagas DR. Yusqon. Kegiatan pada momen-moment tertentu, setidaknya mampu menyemangati pengelola dan pengurus untuk kelangsungan program, yaitu membuat masyarakat gemar membaca.

“Apa yang dilakukan DR Yusqon, mudah-mudahan menjadi inspirasi pergerakan budaya membaca bagi masyarakat, terutama masyarakat marjinal. Belajar tidak hanya di sekolah. Belajar bisa dimana saja. Buktinya, keberadaan TBM Sakila Kerti, mampu menjawab bahwa belajar bisa dimana saja,” ujar Suyanto.

Menurut dia, mengajak para pengasong untuk gemar membaca adalah pekerjaan berat. Namun karena kegigihan para pengelola, TBM Sakila Kerti mampu menjadi kebutuhan mereka untuk belajar. Hasilnya, TBM Sakila Kerti yang terletak di tengah terminal, selama bertahun-tahun mampu bertahan, dan terus berjalan serta memiliki anggota yang cukup banyak.

“Kami mengapresiasi atas apa yang dicapai TBM Sakila Kerti. Ini sangat hebat. Pada umumnya, banyak TBM-TBM di lain daerah hanya bertahan 2 atau 3 tahun, setelah itu tutup. Kami salut dengan kegigihan Pak Yusqon, mampu mengelola selama lebih dari delapan tahun,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita