Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kemenlu, Leonard F Hutabarat PhD saat jadi dosen tamu di UPB (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Universitas Perdaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar kuliah umum untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Kamis 20 April 2017.
Kuliah umum menghadirkan Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Leonard F Hutabarat PhD sebagai dosen tamu.
Dekan Fakultas Fisip UPB, Tundjung Linggarwati SIP MSi mengatakan, kuliah umum bagian dari kegiatan akdemik UPB yang bertujuan meningkatkan kualitas intelektual mahasiswa.
"Kita menghadirkan dosen tamu yang relevan dari praktisi yang membidanginya," katanya usai acara kuliah umum yang digelar di Kampus UPB jalan Raya Paguyangan.
Hadirnya para praktisi sebagai dosen tamu diharapakan akan menjadikan mahasiswa akan lebih baik intelektualitasnya. Mahasiswa akan memiliki kemampuan analisa yang baik dengan bekal perspektif keilmuannya dan tidak berpikir emosional.
"Sehingga mahasiswa akan terlihat lebih intelek, bahwa intelek itu sikapnya tidak emosional tapi dia punya data punya teori, dan itulah yang membedakan seorang yang intelek dengan orang yang awam," terang Tundjung.
Dihadirkannya Leonard sebagai praktisi dari Kemenlu sangat tepat dan bermanfaat bagi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI), untuk kajian politik luar negeri. Diharapkan lulusan UPB juga dapat menduduki posisi strategis di beberapa departemen dengan ilmu yang telah diperolehnya.
Sementara itu pada Kuliah Umum yang mengusung tema 'Kebijakan Amerika Serikat (AS) di Bawah Kepemimpinan Presiden Trump: Peluang dan Tantangannya Bagi Indonesia', Leonard di depan ratusan mahasiswa UPB mengatakan, semua kebijakan suatu negara tidak lepas dari masalah kepentingan.
"Semua negara akan berpikir realis, artinya semua kebijakan dibuat berdasarkan kepentingan," katanya.
Menurutnya, semua pemerintahan akan realis artinya melakukan berdasarkan kepentingan. Kebijakan dibuat oleh pemerintahan berdasarkan kepentingan untung atau rugi.
"Seperti AS juga begitu, kebijakannya akan berdasarkan pada kepentingannya baik ekonomi maupun masalah keamanan bagi negaranya," tandasnya.
Kuliah umum yang diselingi dengan tanya jawab ini dipandu oleh Dosen HI Upb, Agung Prasetio. Selain mahasiswa Fisip nampak juga para civitas akademika lainnya.