Rabu, 19/04/2017, 07:58:08
Jaga Kondusifitas, Kapolres Sambangi Tokoh Agama
JOHA-Laporan Johari

Tatap muka Kapolres Tegal Kota dengan para tokoh agama untuk menjaga kondusifitas (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa SE tak segan-segan menyambangi rumah tokoh-tokoh agama yang ada. Selain untuk silahturahmi, juga minta masukan dari ulama dan tokoh-tokoh agama agar Kota Tegal, Jawa Tengah, tetap kondusif.

Tokoh agama yang disambangi diantaranya kediaman Ketua PD Muhammadiyah, H Nadirin. Tokoh NU, KH Ibrohim didampingi PC NU Kota Tegal, dr Abdal Hakim Tohari dan dr Muslih, Ketua MUI KH Abuchaer Annur dan rumah Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Drs H Suwarso MPd didampingi ketua agama Khonghucu, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha, Rabu 19 April 2017.

Kapolres mengatakan, kedatangananya untuk silaturahmi dan minta masukan dari tokoh-tokoh agama, agar Kota Tegal tetap kondusif tidak ada gesekan antar suku, agama, ras dan antar golongan (Sara). Jika Kota Tegal aman, maka perekonimian lancar dan investor bersedia masuk ke Kota Tegal. Dengan masuknya investor maka mengurangi pengangguran dan ada masukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau daerahnya tidak kondusif, mana ada investor yang mau masuk menanamkan investasinya,” tegas Kapolres.

Hal itu disambut hangat oleh H Nadirin, menurutnya perputaran uang di Kota Tegal mencapai Rp 30 trilyun lebih. Dibanding dengan daerah-daerah tetangga Kota Tegal merupakan magnet perekonomian, untuk itulah Bank Indonesia (BI) buka lagi di Kota Tegal bahkan yang terbaru adalah Transmart.

“Kota Tegal ini memang luar biasa perputaran uangnya, setiap hari mencapai Rp 30 trilyun lebih, mengalahkan Pekalongan dan daerah-daerah tetangga. Karena kebetulan saya seorang pengusaha jadi tahu persis berapa perputaran uang di Kota Tegal,” kata H Nadirin.

Bahkan H Nadirin telah mengusulkan kepada Walikota, agar Pasar Beras dibangun yang modern dan presentatif. “Meski masyarakat Kota Tegal tidak menanam padi, tetapi punya pasar beras, sehingga pengusaha-pengusaha beras dari daerah lain masuk dan transaksi di Kota Tegal, hal itu menambah perputaran uang akan lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Ketua FKUB Drs H Suwarso MPd didampingi tokoh-tokoh agama lain menyambut baik kedatangan Kapolres. Menurutnya, selama ini hubungan antara agama di Kota Tegal sangat harmonis. “Kami saling menghargai dan menghormati agama masing-masing, bahkan kami saling membantu. Jadi selama ini tidak ada masalah soal perbedagaan agama,” tegas H Suwarso.

Ia mengibaratkan, sebuah bangunan tidak mungkin berdiri kokoh jika hanya tembok saja atau besi saja. Namun harus ada komponen lain, seperti kayu, genting, paku dan yang lainnya. Begitu juga dalam bernegara, ada agama Islam, Katolik, Protestan,Hindu ,Budha dan Khonghucu. Jika bersatu maka akan menjadi kuat dan tidak terpecah belah.

“Insya Allah kami, pengurus FKUB yang terdiri dari 17 orang dari semua agama akur dan harmonis. Karena tokoh-tokoh agama jadi pengurus semua, sehingga kami tidak ada kesulitan dalam komuikasi dan memantau perkembangan yang ada di Kota Tegal,” pungkasnya.

Selain silaturahmi, Kapolres juga membawa amanat dari Kapolri dan Kapolda untuk membagikan figura foto Kapolri dan Kapolda serta jajaran Polri berfoto bersama dengan para ulama dan tokoh agama nasional.  


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita