Minggu, 26/03/2017, 09:15:41
Gelatik Gelar Training Perlindungan Anak
-Laporan Zaenal Muttaqin

Peserta training Gelatik antusias mengikuti kegiatan (Foto: Akm/Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Gerakan Perlindungan Anak Indonesia dari Tindak Kekerasan (Gelatik) Fatayat NU PAC Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar pelatihan atau training perlindungan anak, Minggu 26 Maret 2017.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Benda ini dibuka oleh Ketua PAC Fatayat NU Kabupaten Brebes, Hj Mukminah MPdI. Dalam sambutannya menyampaikan, perempuan harus cerdas karena sebagai sumber lahirnya generasi dan madrasah bagi anak-anaknya, sehingga akan terbentuk anak-anak yang cerdas pula.

"Selanjutnya bahwa melindungi anak merupakan perintah Allah langsung, karena itu Gelatik dalam menjalankan program meniru perilaku Rosulullah SAW yang sangat menghormati, mencintai dan menyayangi anak-anak," katanya.

Menurut Mu'minah, Training Gelatik sangat dibutuhkan, mengingat saat ini pelaku tindak kekerasan justru dilakukan oleh orang dewasa orang yang lebih dekat dengan anak-anak, diantaranya orang tua di rumah, guru di sekolah.

"Sehingga kami sebagai organisasi jamiyah merasa terpanggil untuk melaksanakan training ini kepada anggota," ujar Mu'minah di hadapan peserta kegiatan yang digelar di Balai Desa Benda ini.

Sementara itu, Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes, Rini Pujiastuti yang hadir pada kegiatan training tersebut mengatakan, adanya Gelatik Fatayat NU akan sangat membantu Pemda Brebes sebagai Kabupaten Layak Anak.

"Gelatik diharapkan mampu untuk mencegah kekerasan terhadap anak dengan menjadi pelopor dan pelapor," katanya saat menymapaikan arahan pada peserta.

Dikatakan, pelopor dan pelopor yakni, mengajak setiap orang untuk tidak melakukan kekerasan pada anak dan apabila melihat disekitarnya, ada tindakan kekerasan terhadap anak maka berani untuk melaporkan ke lembaga perlindungan anak yang ada seperti Forum Pendamping Anak (FPA), Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara dan Gelatik Fatayat NU.

"Sebagai pelopor dan pelopor nantinya harus berani untuk melaporkan jika mengetahui ada tindak kekerasan kepada anak," ucap Rini.

Pada kegiatan training Gelatik ini para peserta mendapatkan materi tentang perlakukan salah terhadap anak, seperti penelantaran dan eksploitasi anak. Materi yang disampaikan oleh relawan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara, Fina ini banyak mengungkapkan tentang kasus-kasus yang terjadi di Kabupaten Brebes.

"Diharapkan orang tua tidak mempekerjakan anak memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan,karena akan menghilangkan haknya untuk belajar dan bermain," kata Fina.

Katanya pula, jangan sampai terjadi pernikahan usia anak, apalagi dengan alasan paksa menikah dengan orang lebih kaya untuk bayar hutang orang tuanya bahkan sekedar menaikkan status sosial.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Hj Titin Lutfiatin SAg menuturkan, salah satu kondisi yang mendasari pelaksanaan kegiatan adalah banyaknya isu-isu yang melibatkan anak-anak sebagai korban tindak kekerasan.

"Adanya isu kekerasan yang melibatkan anak sebagai korban, termasuk juga isu penculikan menjadi alasan Gelatik Sirampog adakan training perlindungan anak ini," ungkapnya.

Peserta yang ikut pada training tersebut terdiri dari Pimpinan Ranting Fatayat se-Kecamatan Sirampog, Guru BP/BK beserta perwakilan siswa-siswi tingkat SLTA, sebanyak 80 peserta. Kegiatan serupa secara serentak juga digelar di beberapa kecamatan lain. (Akmari)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita