Agil Riyanto (kanan) foto bersama HM Nursholeh (tengah) dan Eri Sudjono (Foto: Dok)
PanturaNews (Tegal) - Perjalanan dan perjuangan menuju Pilkada Kota Tegal 2018, jangan sampai mengakibatkan perpecahan antar tokoh atau antar para bakal calon walikota. Perbedaan pilihan dan dukungan, bukan berarti harus memutus tali silaturahmi antar masyarakat dan saling menjatuhkan.
Demikian dikatakan Agil Riyanto Darmowiyoto, SH saat gelar Silaturohmi Lintas Tokoh di RM Ayam Gepuk Jalan Yos Sudarso No. 21 Kota Tegal, Jawa Tenga, Minggu kemarin. Hadir pada acara itu diantaranya DR Yusqon, Eri Sudjono, HM Nursholeh para tokoh lainnya serta para aktivis.
Diketahui, meski Pilkada Kota Tegal masih cukup lama yakni pada tahun 2018, namun sudah banyak nama-nama yang muncul, dan menyatakan akan maju di Pilkada Kota Tegal. Nama-nama yang sudah terang-terangan itu diantaranya, H Gautsun, Tanty Prasetyaningrum, Agil Riyanto, HM Nursholeh, Eri Sudjono, Akhmad Mulyadi, Jumadi, Bambang I. Sementara nama-nama lainnya masih malu-malu.
“Dengan banyaknya bakal calon yang sudah muncul, tentu saja muncul dukung mendukung dari masyarakat. Mendukung boleh, meyakini bahwa yang didukung adalah pilihan terbaik, tentu saja bagus. Namun dukung mendukung itu, jangan sampai menjelek-jelekkan lainnya, bahkan sampai berupaya menjatuhkan bakal calon yang lain,” tutur Agil Riyanto yang kini tinggal di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Nomor 7 Kota Tegal.
Dia menegaskan, perbedaan pilihan dan dukungan bukan berarti harus menjatuhkan yang lainnya. Antar bakal calon harusnya kerja sama dan saling mendukung. Begitu pula, siapapun nanti yang jadi walikota, harus kita dukung untuk membangun Kota Bahari ini.
“Membangun Kota Tegal bukan hanya tugas satu, dua, sepuluh, seratus ataupun seribu orang saja. Itu bukan hanya kewajiban tim pemenangan dan pendukungnya saja. namun menjadi tugas kita bersama, kewajiban kita bersama sebagai masyarakat Kota Tegal tercinta ini. Bukan hanya kewajiban segelintir orang saja. Artinya, kita bersama harus menjaga keharmonisan dan kondusifitas masyarakat,” pinta Agil Riyanto yang sudah jauh-jauh hari menyiapkan visi misinya.
Diakui, benar dia sudah menyiapkan visi-misi. Visinya adalah: Terwujudnya masyarakat yang sejahtera, dan maju dalam segala aspek kehidupan, bertumpu pada kesadaran diri akan harkat dan martabatnya sebagai manusia sesuai fitrahnya.
Sedangkan misinya adalah; Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan menuju masyarakat yang adil, aman, dan sejahtera. Membangun Kota Tegal sebagai pusat keunggulan sector-sektor industry, maritime, perdagangan dan jasa. Meningkatkan mutu pelayanan public. Menegakkan supermasi hukum dan politik secara sehat.
“Dari visi misi itu lalu dituangkan ke dalam program kerja untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi,” jelas Agil Riyanto yang dari tahun 2014 sampai sekarang menjabat Ketua Konsulat Serikat Buruh Islam Indonesia Provinsi Jawa Tengah.