Jumat, 07/05/2010, 17:49:00
Tidak Lulus 100%, SMPN 01 Bumiayu Terbaik Brebes
ZM-Zaenal Muttaqin

Kepala SMPN 01 Bumiayu, Drs H Suripno MPd menyerahkan penghargaan pada siswa yang berprestasi saat acara pengumuman kelulusan. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bumiayu) - Meski siswa peserta Ujian Nasional (UN) di SMPN 01 Bumiayu, tidak lulus 100 persen, penyandang predikat Sekolah Standar Nasional (SSN) ini kembali meraih nilai rangking tertinggi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dengan meraih peringkat tertinggi itu, SMP terfavorit di Brebes bagian Selatan ini kembali melanggengkan budaya rangking tertinggi selama enam tahun berturut-turut.

"Untuk tahun ini, dari 265 siswa peserta Ujian Nasional (UN) ada satu siswa yang harus mengikuti perbaikan nilai, tetapi SMPN 01 Bumiayu mendapat nilai rata-rata 38,40 dan tertinggi se-Kabupaten Brebes," kata Kepala SMPN 01 Bumiayu, Drs H Suripno MPd kepada PanturaNews, Jumat 07 Mei 2010 siang.

Tidak lulus 100 persen tidak hanya terjadi di sekolahnya saja tapi juga di SMP penyandang status SSN lainnya, terutama yang ada di Brebes bagian selatan. "Di SMP SSN lainnya juga ada peserta UN yang harus mengikuti perbaikan nilai," ujar Suripno.

Sementara itu, berdasarkan informasi, dua SMP SSN lainnya yang ada di Brebes bagian Selatan, yaitu SMPN01 Tonjong dan SMPN 01 Paguyangan juga tidak lulus 100 persen. "Di SMPN 01 Tonjong juga ada satu siswa yang harus melakukan perbaikan nilai dan di SMPN 01 Paguyangan yang harus mengikuti perbaikan jumlahnya mencapai 37 siswa," kata salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kepala SMPN 01 Paguyangan, Djasman MPd membenarkan, dari 302 siswanya yang mengikuti UN ada 37 yang harus melakukan perbaikan nilai, alias tidak lulus. Selanjutnya, perbaikan nilai akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei mendatang. "Siswa kami 12 persen atau 37 anak yang 17 Mei nanti harus mengikuti perbaikan nilai," katanya saat ditemui usai acara pengumuman kelulusan si sekolah, Jumat 07 Mei 2010 sekitar pukul 15.00 WIB.

Sekretaris Komite SMPN 01 Paguyangan, Mardiyanto SAg yang hadir dan mendampingi Djasman mengatakan, adanya jumlah siswa yang harus mengikuti perbaikan nilai dan jumlahnya mencapai 12 persen karena beberapa faktor. Utamanya, faktor fasilitas sekolah yang belum masih kurang, selain juga faktor guru dan orang tua serta lingkungan. "Faktor penyebabnya cukup banyak diantaranya fasilitas sekolah yang masih kurang," katanya.

Beberapa siswa peserta UN baik di SMPN 01 Bumiayu maupun SMPN 01Paguyangan, yang berprestasi dan masuk dalam 10 besar nilai UN tertinggi mendapat penghargaan dari sekolahnya masing-masing. Penghargaan berupa piagam dan piala itu diserahkan pada siswa berprestasi dengan didampingi orang tuanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita