Senin, 08/06/2026, 14:04:00
50 SPPG di Brebes Berhenti Beroperasi, BGN: Bukan Karena Keracunan!
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Sejumlah siswa SMP 1 Brebes, Jawa Tengah sementara tidak menerima program MBG pasca berhenti sementara operasional 31 SPPG karena dana operasional belum cair.

PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihentikan untuk sementara waktu terhitung sejak Senin (8/6/2026).

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa penghentian ini tidak berkaitan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau kasus keracunan makanan, melainkan murni karena kendala administrasi anggaran dan penegakan standar kelayakan fasilitas dapur.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menjelaskan bahwa dari total 50 SPPG yang berhenti beroperasi, 31 di antaranya terkendala oleh belum cairnya dana operasional dari pemerintah pusat.

"Keterlambatan pencairan dana diduga terjadi karena adanya hambatan proses administrasi di tingkat pejabat pembuat komitmen (PPK) pusat. Namun, kami telah menerima informasi bahwa proses transfer dana diupayakan dilakukan hari ini," kata Arya saat dikonfirmasi, Senin.

Sementara itu, 19 SPPG lainnya kini berstatus dibekukan sementara (suspend). Langkah tegas ini diambil BGN setelah hasil inspeksi mendadak menemukan adanya fasilitas penyelenggara yang belum memenuhi standar mutu penjaminan gizi.

Arya menambahkan, pihak pengelola sebenarnya telah diberikan waktu dua minggu untuk melakukan perbaikan pascasidak. Namun, karena tidak ada progres signifikan, statusnya dinaikkan menjadi suspend.

Penghentian sementara distribusi makanan ini berdampak langsung pada ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah di Kabupaten Brebes. Di SMP Negeri 1 Brebes, misalnya, sebanyak 734 siswa tercatat tidak menerima paket makanan pada hari pertama penghentian program.

Penanggung Jawab Program MBG SMP Negeri 1 Brebes, Fakrurrozi, menyampaikan bahwa pihak sekolah baru menerima informasi pembatalan tersebut dari pihak SPPG pada Minggu (7/6/2026) malam melalui pesan digital.

"Kami menerima kabar semalam melalui grup WhatsApp bahwa program dihentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tentu harapan kami program ini bisa segera berlanjut secepatnya," ujar Fakrurrozi.

Sejumlah siswa berharap program ini dapat segera berjalan normal kembali mengingat besarnya manfaat yang mereka rasakan. Meski demikian, beberapa catatan evaluasi juga muncul dari kalangan pelajar.

"Hari ini tidak dapat (makanan). Harapannya bisa berjalan lagi karena program ini sangat bermanfaat untuk pemenuhan gizi kami," kata Fika Mulyaningrum, salah seorang siswi kelas VII.

Siswa lainnya, Evan Jose Setiawan, berharap jika program kembali bergulir, pihak penyedia dapat menyajikan variasi menu yang lebih beragam. "Inginnya diadakan lagi dengan lauk yang lebih variatif dan sehat, agar tidak membosankan," tutur Evan.

BGN memastikan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program strategis nasional ini akan terus diperketat. Sepanjang program berjalan di Brebes, BGN mengonfirmasi belum pernah ada kasus keracunan makanan.

Kendati demikian, Arya tidak menampik adanya temuan minor terkait kualitas menu yang dinilai tidak layak di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Losari, Salem, dan Banjarharjo pada masa lampau.

"Alhamdulillah, sejak program ini berjalan sampai sekarang belum pernah terjadi KLB di Brebes. Terkait tiga kasus menu tidak layak yang pernah ditemukan sebelumnya, seluruhnya telah ditindaklanjuti secara ketat sesuai prosedur, termasuk dengan pemberlakuan suspend," pungkas Arya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita