Salah satu siswa dialog pada seminar pemantapan nilai nasionalisme di Aula Islamic Center Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Ratusan pelajar SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti seminar tentang pemantapan nilai nasionalisme dan kebangsaan, di Aula Islamic Center Brebes, Rabu 20 Juli 2016.
Acara yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes melalui bidang program dan pelaporan Dinas Pendidikan ini, juga diikuti pendamping siswa yang aktif pada kegiatan kepramukaan di sekolahnya masing-masing.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Tahroni melalui Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Ali Sutarja, M.Pd.
Sebagai narasumbernya adalah Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Inf. Efdal Nazra, S.IP yang diwakili oleh Kapten (Inf) Sutarno, Pasiter kodim 0713/Brebes dan Ketua LSM AGUSTUS Kabupaten Brebes, Kustoro WHY, SIP yang juga Alumni Lemhannas. Sedang materi yang disampaikan adalah peran pelajar pada era Reformasi dan Globalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Brebes Tahroni yang diwakili Ali Sutraja menyampaikan, sekolah sebagai tempat belajar harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dengan melindungi anak dari segala macam kekerasan, baik fisik atau pun non fisik, sehingga tumbuh kembang anak menjadi pesat.
"Untuk itu guru sebagai pendidik harus mengerti benar tentang aturan hukum yang berlaku di Indonesia, terutama Undang-undang perlindungan anak no. 35 tahun 2014. Dan diharapkan sekolah dalam membuat tata tertib mengacu pada undang-undang tersebut," tuturnya.
Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf. Efdal Nazra, S.IP, yang diwakiliolehKapten ( Inf ) Sutarno Pasiter Kodim 0713 dalam materinya mengatakan, pembinaan karakter untuk pelajar dalam rangka mengisi kemerdekaan dan menghadapi kemajuan teknologi di era globalisasi menjadi sebuah kewajiban seluruh komponen bangsa dan negara.
Karena kelangsungan berbangsa dan bernegara berada pada generasi muda dan pelajar. Peran pelajar sebagai ujung tombak kemerdekaan bangsa Indonesia telah terbukti dan tertulis dalam sejarah. Nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dengan arus globalisasi mengalami degredasi atau kemunduran.
"Terkait isu global yang sedang ramai dibicarakan, kami dari Kodim 0713 Brebes melarang memainkan Game on line Pokemon Go, karena dapat membahaya akan kemamanan negara. Lebih bagus menguatkan budaya lokal, seperti wayang kulit dan bahasa daerah, sehingga tidak lupa akan daerahnya sediri dan mencintai produk dalam negeri," pintanya.
Kasubag program dan pelaporan Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Siti Umro Atin SE menerangkan, ada sebanyak 392 siswa danpendamping sekolah se-Kabupaten Brebes yang mengikuti seminar tentang pemantapan nilai nasionalisme dan kebangsaan.
Untuk lebih memotivasi para pelajar, acara ditutup dengan penjelasan mengenai empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, yang disampaikan oleh KH.Dirjo Abdul Hadi. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian ratusan door prize kepada mereka yang telah disiapkan panitia penyelenggara.