Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Proyek pembangunan jalan lingkar utara (jalingkut) Kabupaten Brebes-Kota Tegal, Jawa Tengah, yang mangkrak sejak 2013 lantaran Bank Dunia menghentikan bantuannya setelah kontraktor terlambat menyelesaikan pekerjaan, direncanakan bakal dibangun kembali.
Demikian disampaikan Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan Menteri PUPR dan Menteri BUMN, untuk proyek pembangunan jalingkut Brebes-Kota Tegal akan jadi perioritas. Ini artinya menandakan, bahwa proyek jalingkut sepanjang 17 Km yang mangkrak bertahun-tahun ini, akan dibangun dan dilanjutkan lagi," ujar Idza Priyanti, Selasa 12 Juli 2016.
Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan jalingkut Brebes-Kota Tegal dimulai tahun 2005 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 205 miliar. Dana tersebut diambil dari APBN sebanyak 30 persen dan sisanya dari Bank Dunia.
Pada prosesnya, jalingkut sepanjang 17 km yang ditargetkan selesai pada tahun 2013, malah terhenti di awal tahun 2013, saat proses pembangunan mencapai 48 persen. Penghentian proyek dilakukan oleh PT Bumiredjo selaku kontraktor, karena pemerintah tidak membayar selama dua bulan.
Menunggaknya pembayaran dari pemerintah karena kontraktor dinilai tidak mengerjakan proyek sesuai jadwal. Kontraktor kemudian menggugat pemerintah dan memenangkan perkara. Sehingga, pemerintah wajib membayar Rp 26 miliar
Lebih lanjut dikatakan Idza, dalam kunker tersebut menteri PUPR dan Menteri BUMN juga akan memperioritaskan pembangunan underpass di Kecamatan Paguyangan.
"Jadi akan dibangunnya kembali proyek jalingkut Brebes-Kota Tegal ini, untuk mengatasi kemacetan panjang di jalur pantura Brebes saat arus mudik lebaran nantinya. Begitu juga dengan rencana pembangunan underpass di Kecamatan Paguyangan,” tuturnya.
Itu nantinya, lanjut Idza, juga bisa untuk mengurangi kemacetan saat arus mudik lebaran. Selama arus mudik lebaran ini, selalu terjadi penempukan, bahkan antrian kendaraan yang cukup panjang.
“Tentu dengan harapan proyek jalingkut Brebes-Kota Tegal dan underpass ini benar akan dibangun oleh Pemerintah Pusat," pungkasnya.