Rabu, 01/06/2016, 06:58:52
Ketua DPRD Beri Motivasi ke Ratusan Anak Drop Out
-Laporan Takwo Heriyanto

Ketua DPRD Brebes foto bersama dengan peserta program PPA di ruang paripurna DPRD Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kementrian Tenaga Kerja RI melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar kegiatan program Penarikan Pekerja Anak (PPA), di ruang rapat paripurna DPRD Brebes, kemarin.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 115 peserta anak yang drop out atau putus sekolah itu, berasal dari beberapa kelompok, yakni dari pemukiman (shelter-red) Pondok Pesantren (Ponpes) Anidhom Desa Gamprit, Ponpes Darul Abror, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes dan Desa Limbangan, Kecamatan Losari.

Adapun sebagai penanggung jawab dalam kegiatan tersebut adalah Iwang Gumawang. Sedangkan materi yang diberikan meliputi motivasi belajar, cinta tanah air, sikap dan kegamaan, ilmu teknologi dan ilmu pengatuan lainnya.

Sementara, sebagai pemberi motivasi atau tutor untuk pendidikan bagi ratusan anak putus sekolah itu, selain dari pendamping Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, juga Ketua DPRD Brebes H. Illia Amin. Ketua LSM AGUSTUS yang membidangi Pendidikan Brebes, Kustoro WHY, juga turut hadir dalam memotivasi mereka.

Iwang Gunawang mengatakan, sekolah sebagai sarana untuk kegiatan belajar merupakan hak dari semua anak tanpa terkecuali.  Namun, karena situasi ekonomi orang tua, terkadang itu menjadi penghambat bagi anak hingga tidak bisa sekolah.

“Banyak anak yang akhirnya belum saatnya bekerja, tapi harus bekerja dan meninggalkan bangku sekolah. Ini sebenarnya tidak dibenarkan,” terang dia.

Ketua DPRD Brebes, Illia Amin, dalam memberikan motivasinya kepada mereka bahwa menempuh pendidikan atau menuntut ilmu merupakan jendela dunia . “Dengan ilmu kita bisa bahagia dunia dan akherat,” kata Illa Amin.

Illia Amin menjelasakan, bahwa DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, dalam hal ini ekskutif  sepakat mendrong peningkatan kulitas pendidikan di daerahnya. Langkah nyata itu dilakukan dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk sekolah tingkat menengah.

“Ada juga program Kartu Brebes Cerdas (KBC), yang anggarannya dari APBD Brebes, selain itu Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang di programkan oleh Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pendidikan di Kabupaten Brebes lebih maju dan meningkat, pihaknya siap menjadi orangtua angkat bai anak-anak putus sekolah yang orang tuanya tidak mampu.

“Yang penting mereka bisa sekolah. Ini supaya di kemudian hari bisa melanjutkan menjadi generasi  pemimpin. Kalau bisa kegiatan semacam ini harus berkelanjutan supaya anak bisa tetap belajar,” paparnya.

Sementara, Ketua LSM AGUSTUS Kustoro WHY menambahkan, semua pihak harus peduli terutama Dinas Pendidikan, juga Kementrian Agama (Kemenag).

“Jika bena-benar serius diterapkan, Dinas Pendidikan dan Kemenag jelas sangat berperan strategis untuk menjalankannya, sebagaimana fungsinya guna anak-anak yang drop aout bisa masuk sekolah kembali,” pungkas Kustoro.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita