Pedagang bawang, Somiyati yang ditembak perampok mendapat perawatan di RS Bhakti Asih Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Pedagang bawang, Somiyati (42), warga Desa Luwungragi, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ditembak oleh kawanan perampok, Selasa 10 Mei 2016 sekitar pukul 14.00 WIB.
Akibatnya, bos bawang merah ini harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhakti Asih Brebes, guna mendapatkan perawatan medis. Itu lantaran korban ditembak di bagian paha kaki kiri hingga peluru menembus di bagian betis bawah lutut.
Berdasarkan sumber yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com, menyebutkan perampok yang diketahui berjumlah dua orang itu berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixon berwarna merah, meski ditengah keramaian warga.
Dua perampok tersebut juga berhasil membawa lari uang korban sekitar Rp 80 juta, yang berada di tas korban yang dibawanya, sebelum terjadi saling tarik menarik tas antara korban dengan kedua perampok itu.
Tiga buah handphone beserta surat-surat penting milik korban, juga tak luput disikat kedua kawanan perampok yang berada di dalam tas korban. Meski berhasil kabur, jajaran kepolisian dari Polres Brebes yang mendapat laporan tersebut, hingga kini langsung mengejar kedua pelaku guna dilakukan penangkapan.
Sementara, Somiyati saat dikonfirmasi di RS Bhakti Asih Brebes membenarkan, jika dirinya telah dirampok oleh dua orang pelaku.
"Ya benar, saya habis dirampok oleh dua orang. Uang sekitar Rp 80 juta beserta tiga buah handphone nokia beserta surat-surat penting yang berada didalam tas, juga ikut dibawa kabur oleh kedua kawanan perampok itu," tutur Somiyati, setelah mendapat pertolongan pertama dari tim medis RS Bhakti Asih Brebes dengan mengeluarkan peluru yang bersarang dibagian kaki kirinya.
Somiyati menceritakan, kasus perampokan yang dialaminya bermula saat dirinya dengan ditemani sang supir menggunakan mobil pick up mitsibushi berwarna hitam, untuk mengambil uang sekitar Rp 280 juta dari BCA Cabang Brebes.
Dari senilai Rp 280 juta yang diperoleh dari hasil transaksi bawang merah itu, sebesar Rp 200 juta untuk dibayarkan kepada seseorang di lapak bawang Desa Pesantunan arah Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari. Sedangkan sisanya sebesar Rp 80 juta disimpan di dalam tas.
Usai melakukan pembayaran, selanjutnya korban yang ditemani sang supir yang bernama Tasorin (45), langsung menuju lapak bawang di Desa Luwungragi dengan mobil pickp bernomor polisi G 1813 KG.
"Tapi tiba-tiba begitu sampai di perlitasan rel kerata api Desa Klampok menuju Luwungragi, seseorang bilang katanya ban belakang kirinya kempes. Tapi, saya bilang ke supir sudah dilanjut saja, sebentar lagi juga sampai tujuan.
Lah, begitu sampai tujuan dan supir langsung menggantikan ban belakang kiri yang kempes akibat bocor itu, tiba-tiba datang dua perampok menggunakan sepeda motor Yamaha Vixon berwarna merah.
Saya yang pada saat itu baru turun dari mobil, tas yang saya bawa langsung direbut saja sama perampok yang membonceng sambil bawa pistol. Saya saat itu sempat tarik-menarik tas milik saya yang didalamnya ada uang sekitar Rp 80 juta itu.
Hingga akhirnya, perampok yang memboceng langsung menembak kaki kiri di bagian paha, hingga pelurunya menembus kebelakang betis. Saya sempet berteriak-teriak minta tolong yang kebetulan banyak orang.
Sampai-sampai supir saya juga kaget, begitu juga orang-orang disekitar saya yang mendengar teriakan saya. Tapi, akhirnya dua perampok itu berhasil kabur," terang Somiyati.
Dia menambahkan, dirinya tidak mengenali wajah kedua perampok itu, lantaran kedua wajahnya tertutup helm semua. "Saya tidak kenal kedua perampoknya, karena memakai helm dengan tertutup semuanya. Tapi, ciri-ciri pelakunya tinggi dan berbadan cukup besar dengan menggunakan jaket," tandasnya.
Sementara itu, sang supir, Tasorin mengatakan dirinya tidak sempat mengejar kedua kawanan perampok itu, karena langsung berhasil kabur dengan sepeda motor yang dikendarainya.
"Kaburnya ke arah jalan pantura. Tapi, katanya polisi lagi melakukan pengejaran terhadap kedua kawanan perampok itu," pungkasnya.