Dua warga menunjukan kandang peternakan ayam di Dukuh Telekanda yang diprotes (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Karena menebarkan bau busuk dan banyak lalat ukuran besar yang masuk pemukiman warga, keberadaaan peternakan ayam di Dukuh Telekanda, Desa Kertabesuki, Kecamatan Wasanari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diprotes dan didesak dihentikan atau dipindahkan. Protes keras itu dilakukan oleh warga tiga desa.
Pasalnya, kandang ayam yang berdiri di atas lepe-lepe dan lokasinya tepat berada diperbatasan Desa Kertabesuki (Kecamatan Wanasari) dan Desa Tengki (Kecamatan Brebes), sering menebarkan bau busuk hingga menggganggu kesehatan warga setempat.
“Kandang ayam di Dukuh Telekanda selain menebarkan bau busuk, juga menyebabkan banyaknya lalat ukuran besar yang masuk pemukiman warga. Bahkan, akibat bau busuk membuat warga banyak yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ujar Warga Desa Tengki, Nur Huda Fauzi saat dikonfirmasi, Minggu 08 Mei 2016.
Dijelaskan, dirinya bersama dengan ratusan warga di tiga desa masing-masing Desa Kertabesuki, Tengki dan Kedunguter (Kecamatan Brebes) membuat surat pengaduan kepada masing-masing kepala desa terkait keberadaan peternakan ayam pedaging yang berdiri di wilayah perbatasan tepatnya di Dukuh Telekanda, Desa Kerbesuki.
“Surat pengaduan tersebut intinya bahwa warga tiga desa tidak setuju adanya peternakan ayam pedaging di Dukuh Telekanda, dan menuntut agar usaha peternakan ayam itu dihentikan atau dipindahkan dari lokasi saat ini,” kata Nur Huda.
Sementara, perwakilan warga Desa Kertabesuki, Umasir alias Alex menandaskan, keberadaan peternakan ayam pedaging yang berada di atas lepe-lepe Dukuh Telekanda, telah menimbulkan bau yang tidak sedap dan telah mencemari perairan.
“Peternakan dimaksud juga telah merugikan usaha perikanan disekitarnya, ikan banyak yang mati akibat telah tercemar limbah peternakan, peternakan telah merugikan pula pertanian disekitarnya, produktifitas bawang merah di Desa Tengki terganggu karena air yang digunakan untuk pengairan tercemar limbah peternakan,” ungkap Alex.
Dikatakan, keberadaan ribuan ayam di peternakan ini mengganggu kesehatan masyarakat sekitar karena menimbulkan pula gatal-gatal tubuh warga. Bahkan, peternakan ayam tesebut dapat pula membahayakan kesehatan warga sekitar karena kuatir terjangkit penyakit flu burung.
“Tidak itu saja, jalan yang dilewati akibat kegiatan peternakan menjadi rusak. Keberadaan peternakan tersebut juga disinyalir tidak memiliki HO atau surat ijin usah pendirian peternakan yang dikeluarkan dinas/pihak terkait,”pungkas Alex.