KH Subhan Makmun saat membuka Gerakan Nusantara Mengaji di Ponpes Assalafiayah, Luwungragi (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Rois Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Subhan Makmun mengaku berbahagia karena di seluruh wilayah nusantara secara serentak mengaji hingga mengkhatamkan Al-Quran.
Gerakan Nusantara Mengaji secara masal dan serentak sejak Sabtu 08 Mei 2016 malam hingga Minggu 09 Mei 2015, memiliki nuansa tersendiri. Tak terkecuali di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai bukti kecintaan hamba-Nya kepada kitab Suci Al Quran.
Menurut Kiai Subhan, ada tiga kegiatan yang langsung dipantau oleh Allah SWT dari atas Arsy, rumah yang didalamnya ada orang yang membaca Quran, berkumpul dengan orang-orang alim yang ahli Ibadah, dan pemuda yang hatinya selalu terpaut dengan Masjid.
“Orang tidak bisa menahan nafsu sendiri, tetapi harus bersama-sama dengan orang yang biasa takaruf kepada Allah,” ujar Kiai disela kegiatan Nusantara Mengaji menjadi jalan untuk menguatkan akidah dan melawan nafsu amarah.
Kiai juga berharap bangsa Indonesia makmur, dalam artian tidak hanya makmur ekonomi, tetapi juga makmur akidah dan tidak terpecah-pecah oleh golongan tertentu yang ingin memecah belah umat.
Koordinator kegiatan, Bachrudin Nasori menjelaskan, Nusantara Mengaji di wilayah Kabupaten Brebes, Tegal dan Slawi dilakukan serentak diberbagai pondok pesantren (ponpes), masjid, mushala hingga majelis taklim. Seremoni pembukaan dipusatkan di ponpes Assalafiayah, Luwungragi, Brebes yang diasuh Rois Syuriah PBNU KH Subhan Makmun.
"Di wilayah Tegal, Brebes, Slawi ditarget 7250 khataman, sedang secara nasional 300 ribu khataman. Berdasarkan laporan yang ada, jumlahnya malah lebih besar lagi saat kegiatan, lebih dari 8500 khataman untuk tiga wilayah ini," tuturnya.
Terpisah, di ponpes Tanwirul Qulub Kampung Saditan, Brebes, puluhan santri dan warga mengaji bersama dalam kondisi gelap gulita akibat listrik mati beberapa saat. Dengan menggunakan lampu sentir ceplik, mereka tetap khusyu melantunkan ayat suci.
"Tidak masalah, santri di sini, sudah terbiasa membaca Al Quran walaupun mati lampu. Adanya kegiatan nusantara mengaji kami menyambut baik bahkan berharap bisa dirutinkan karena bangsa ini mulai terkena dekadensi moral," kata Ustadz Wahidin pengasuh ponpes Tanwir Wuluh.
Acara pembukaan dihadiri Kapolres Brebes, AKBP Harryo Sugihartono, Ketua PC NU Brebes, H Athoillah Syatori SE MSi, Ketua PC Fatayat NU, Mukminah, Ketua GP Ansor, Ahmad Munsip, Ketua IPNU, Ferial, Ketua PC IPPNU, Ely dan ribuan santri.
Harryo menyambut baik kegiatan nusantara mengaji, karena bisa memberikan kedamaian dunia dan akherat. Seperti halnya pihak keamanan, tentu mendambakan kedamaian sehingga masyarakat bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.
“Semoga saja, kegiatan ini bisa membawa Indonesia menjadi Negara yang baldatun toyibatun warobun ghofur,” pungkasnya.