Sebuah kendaraan roda dua melintas di jembatan Plompong yang kondisinya memperihatinkan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Jembatan Plompong yang jadi penghubung utama Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kondisinya sangat memperihatinkan. Oprit jembatan telah retak-retak akibat pergerakan tanah, dan lantai jembatan yang terbuat dari lempeng baja banyak yang mengelupas.
Meski begitu, belum ada tanda-tanda akan segera dilakukan perbaikan, sehingga dikawatirkan kerusakan semakin parah dan dapat memakan korban.
Khawatir akan memakan korban, Aliansi Mahasiswa Brebes Selatan (MBS) menuntut agar Pemkab Brebes segera melakukan perbaikan pada jembatan. Mahasiswa juga menuntut dilakukan normalisasi sungai Keruh dan pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Keruh.
"Kami menuntut dilakukan percepatan perbaikan jembatan Plompong, sebelum kerusakan makin parah dan memakan korban," kata korlap Aliansi MBS, Baqi Maulana Rizqi, Rabu 13 April 2016.
Menurut Baqi, pihaknya telah melakukan aksi pada Minggu 10 April 2016, menuntut Pemkab Brebes untuk tanggap dan segera melakukan penanganan. Aksi dilakukan karena banyaknya keluhan dari warga yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut sebagai jalur transprotasi.
Ada sekitar 9000 warga di Desa Plompong yang bergantung pada jembatan sepanjang hampir 100 meter yang membentang di atas sungai Keruh itu. Jika sampai jembatan itu putus, warga akan kesulitan jalur transportasi, karena harus memutar melalui jalur lain yang melewati wilayah dua kecamatan lainnya.
" Itu jembatnan sangat vital karena ribuan jiwa warga melewati jembatan tersebut, sebagai akses utama perekonomian," ungkap Baqi.
Sebelumnya, Kepala Desa Plompong, Fatoni mengatakan, kerusakan jembatan akibat adanya pergerakan tanah sekitar DAS Keruh. Pergerakan tanah yang mengakibatkan terjadinya retakan sepanjang hampir tiga klilometer itu juga merusak beberapa rumah warga.
"Panjang retakan mencapai sekitar tiga kilometer, retakan dan pergerakan tanah itu telah merusak jembatan, jalan dan beberapa rumah warga juga mengalami retak-retak," katanya.
Retakan dan pergerakan tanah dipicu oleh adanya pergerakan DAS Sungai Keruh. Pergerakan tanah terus terjadi terutama jika terjadi hujan lebat. Kondisi itu pihaknya telah melaporkan ke Pemerintah Brebes melalui Kantor Kecamatan Sirampog.
"Kami sudah melapor ke Pemkab Brebes, peninjauan oleh petugas dari Kecamatan, Polsek dan Koramil juga telah dilakukan," tutur Fatoni.
Pada ujung jalan utama menuju Desa Plompong juga telah dipasang papan peringatan larangan bagi kendaraan roda empat untuk melewati jembatan dan jalan menuju Plompong, karena sangat membahayakan keselamatan. Meski begitu beberapa kendaraan roda empat ada yang memaksakan untuk lewat, karena untuk memutar ke jalur lain jaraknya sangat jauh.
"Kondisi jembatan dan jalan sangat berbahaya bagi kendaraan roda empat, sehingga dipasang papan peringatan," pungkas Fatoni.