Selasa, 05/04/2016, 08:13:18
Menjadi Pemimpin, Harus Siap Menjadi Plekatik
-Laporan Takwo Heriyanto

Rois Syuriyah PBNU, KH Subhan Makmun (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Menjadi seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur maupun Bupati harus siap menjadi plekatik (pelayan-Red) masyarakat. Dalam artian bisa melayani kemauan masyarakat dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas pembangunan bangsa ataupun pembangunan daerah.

“Seperti Mbah Joko Poleng, adalah plekatik yang sangat bagus, sehingga namannya harum di jagat Brebes hingga kini,” demikian disampaikan Rois Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Subhan Makmun saat menyampaikan pengajian umum dan pembacaan manaqib di Pendopo Bupati Brebes, Senin 04 April 2016 malam.

Kiai Subhan mengingatkan, agar seorang pemimpin Negara maupun daerah jangan sampai menyombongkan diri, apalagi sampai menyakiti hati rakyat. Semua warga masyarakat harus dirangkul, kendati tidak sejalan dengan buah pikiran yang diprogramkannya.

Namun, apa yang dititahkan oleh seorang pemimpin bisa meninggalkan rekam jejak  yang bisa menjadi pijakan seluruh rakyat hingga berabad-abad lamanya. Tentu saja, bekas pijakan itu akan bernilai positif  manakala lembaran yang ditorehkan adalah prestasi. Namun berakibat sebaliknya bila penuh dengan nilai-nilai negatif seperti korupsi.

“Keduanya, akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi masyarakat dari generasi ke generasi,” kata Kiai Subhan yang juga pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

Termasuk para ustadz di madrasah, lanjutnya, yang mengenalkan huruf demi huruf hijaiyah, amaliyahnya akan dicatat. Apalagi dengan berbuat kebaikan yang monumental, pastilah catatan sejarahnya layak ditulis dengan tinta emas. Jadilah madu yang mampu menyemangati dan menyembuhkan penyakit. Serta jadilah sinar yang menerangi kegelapan malam.

“Namun semua itu, harus dilakoni semata-mata mencari ridlo Allah SWT,” pungkasnya.

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE menyambut baik acara manaqiban sebagai upaya menguatkan kelembutan hati. Apalagi Kabupaten Brebes bakal menghadapi hajat besar demokrasi, yakni pemilihan kepala daerah serentak dan pemilihan kepala desa serentak. Untuk itu diperlukan suasana yang adem, ayem, aman, nyaman, dan kondusif.

Bupati berharap, manaqib dan pengajian ini, bisa menjadi sarana silaturahmi dan mendorong semangat berjuang untuk membangun Brebes. Dia juga meminta kepada para ulama dan masyarakat Brebes untuk mendoakan dirinya agar bisa menjalankan roda pembangunan dengan baik, tanpa aral melintang yang berarti. Pembangunan yang telah dijalankan selama kepemimpinannya diharapkan bisa berjalan sukses dan berkelanjutan.

“Saya mohon doa restu dan dukungan untuk bisa menjalankan pembangunan secara berkelanjutan,” pintanya.

Pembacaan Manaqib Syekh Abil Hasan Asy Syadzili dipimpin KH Syaefudin dari Jatirokeh, Songgom, Brebes. Ratusan ulama dan santri serta pejabat Pemkab Brebes menyatu di pendopo untuk bersama-sama membaca manaqib dan berdoa bersama untuk kedamaian dan kemajuan Brebes.

Kepala bagian Kesra Setda Brebes, KH Ahmad Imron menjelaskan, pengajian dan manaqib akan menjadi agenda selapanan yang digelar setiap Selasa Kliwon. Pembacaan manaqib tidak hanya Asy Syadzili saja tetapi juga Tijaniyah, Qodriyah dan lain-lain.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita