Nurul Hidayat dengan buku karyanya; Telur Asin Panggang, Cita-Cita Tak Berujung (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Ditengah kesibukannya sebagai Kasubid Pemerintahan Bappeda Brebes, Jawa Tengah, Nurul Hidayat, SH,MT yang biasa akrab dipanggil Yayat masih sempat menulis sebuah buku.
Yayat telah merampungkan buku biografi H. Muhammad Nurosidin, pencetus pertama telur asin panggang di Indonesia. Buku setebal 115 halaman tersebut, menguraikan kisah H. Muhammad Nurosidin dalam suka dukanya menempuh perjalanan hidupnya sampai ia menemukan rekayasa produksi telur asin panggang, dan cita-citanya untuk mendirikan sebuah museum telur di Brebes.
Buku biografi tersebut kemarin diluncurkan secara sederhana di sebuah warung poci komplek kampus lama STIE Widya Manggalia Brebes, yang dihadiri sejumlah wartawan dan aktivis.
Menurut Yayat, buku dengan judul “Telur Asin Panggang, Cita-Cita Tak Berujung” sebenarnya merupakan buku hasil revisi dari sebuah buku yang pernah ditulisnya delapan tahun yang lalu.
Dijelaskan oleh Yayat, dirinya pada akhir 2008 pernah menyusun biografi tentang Rosid, panggilan H. Muhammad Nurosidin. Namun, buku tersebut tidak pernah terpublikasikan karena kesibukan dirinya saat itu yang tengah menyelesaikan studi bea siswa S2 di Undip Semarang.
Delapan tahun kemudian atau di tahun 2016 ini, atas permintaan dari Rosid, agar buku tersebut dilakukan revisi untuk diterbitkan kembali.
Dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan delapan tahun yang lalu, akhirnya buku tersebut dirubah judulnya dari yang semula berjudul “Telur Asin Panggang Karya Inovatif Sang Guru” diganti dengan “Telur Asin Panggang, Cita-Cita Tak Berujung.”
“Ya, buku itu saya rubah judulnya dengan pertimbangan situasi, kondisi dan perkembangan yang terjadi pada kehidupan tokoh atau objeknya,” tandas Yayat, Selasa 05 April 2016.
Yang menarik dari buku itu, selain isinya bercerita tentang pembelajaran dari sebuah perjuangan hidup, buku itu juga enak dibaca karena disusun dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami pembaca.
Yang menarik lagi dari buku biografi tersebut juga keikutsertaan Sang Maestro Budaya, Drs. Atmo Tan Sidik yang turut memberikan kata pengantarnya di halaman awal buku.
Menurut Atmo sendiri, ia sangat menyambut baik gagasan penulisan buku biografi tersebut, karena dimungkinkan merupakan buku biografi pertama di Brebes yang bercerita tentang pelaku pengrajin telur asin.
Selain itu, menurut Atmo, penulisan buku itu merupakan prestasi tersendiri karena ditulis oleh seorang PNS eselon IV mengingat masih sedikitnya PNS di Kabupaten Brebes yang bisa atau aktif menulis.
“Mana PNS Brebes yang mau menulis. Memang ada mas, tapi jumlahnya masih sangat sedikit, dan Nurul Hidayat merupakan satu diantara yang sedikit itu,” kata Atmo bersemangat.