BPDB Kabupaten Brebes meninjau ke lokasi limpasan air sungai keruh penyebab banjir bandang (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Banjir bandang di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diakibatkan oleh material sungai yang menutup di bagian hilir mercu Bababakan. Hujan deras mengakibatkan arus sungai meluap ke saluran irigasi yang tidak lagi mampu menampung luapan air.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan enanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Satibi, saat meninjau ke lokasi bencana, Sabtu 27 Februari 2016.
"Tinjauan di lapangan, penyebab banjir karena hujan deras mengakibatkan sungai Keruh meluap dan air masuk ke saluran sekunder Babakan, luapan terlalu banyak saluran tidak mampu menampung," katanya.
Menurutnya, bagian hilir mercu irigasi Bulakan tertutup material sungai bahkan perjadi pendangkalan. Arus air sangat deras akibat intensitas hujan yang tinggi. "Penangan harus segera dilakukan dengan melakukan upaya normalisasi alur sungai," ujar Satibi.
Dikatakan, upaya normalisasi alur sungai dengan kondisi banyaknya material batu diperlukan alat berat. Selai itu juga harus ada akses untuk alat berat ke lokasi. "Membutuhkan alat berat untuk menormalkan alur sungai di pintu air Bulakan, tenaga manusia secara manual tindak mungkin," ungkap Satibi.
Saat ini pihaknya sedang berupaya untuk dapat mendatangkan alat berat tersebut secepatnya. Mengingat curah hujan diperkirakan masih akan turun dengan ntensitas tinggi dan itu mengancam keselamatan warga Adisana.
"Langkah untuk menyelamatkan agar tidak terjadi banjir bandang lagi harus dengan alat berat," tandas Satibi.
Sementara itu, personil TNI dari Koramil Bumiau, juga anggota Polsek Bumiayu, bersama warga Adisana dan juga Penggarutan melakukan upaya mengarahkan alur sungai secara manual.
"Warga kerja bhakti melakukan pengalihan aliran sungai di blok bendung Bulakan," kata Sekcam Bumiayu, Eko Purwanto.
Perlu diketahui, banjir bandang menerjang Desa Adisana, pada Jumat 26 Februari 2016. Tepatnya, di Dukuh Krajan dan air yang mengalir cukup deras itu, merendam jalan dan sebagian pemukiman warga di RT 03, 04,05, 06, 07 dan RT 09 di RW 01.
Banjir bandang melanda mulai pukul 16.00 WIB setelah terjadi hujan deras yang turun sejak siang hari. Luapan air dengan arus yang deras setinggi lutut hingga pinggang orang dewas itu, menerjang area pesawahan dan juga jalan utama hampir sepanjang satu kilometer lebih.
Beberapa rumah warga juga ada yang terkena limpasan banjir itu, dan beberapa tonggak kayu juga nampak terbawa arus dan menyangkut pinggiran jalan.
Banjir bandang terjadi akibat sungai Keruh yang letaknya tak jauh dari desa tersebut meluap. Titik luapan air berada di blok Desa Penggarutan. Pada titik tersebut alur sungai berpindah, karena terjadi pendangkalan oleh timbunan batu, pasir dan material sungai lainnya.
Bandang pada sore itu yang kedua kalinya. Sebelumnya atau pada hari Rabu 24 Februari 2016, juga terjadi banjir bandang dan merendam wilayah tersebut.