Minggu, 31/01/2016, 01:06:17
Berfilsafat Dalam Pandangan Islam
Oleh: Suneri
--None--

ILUSTRASI

Dalam masyarakat secara luas, kata filsafat itu sebagian banyak yang tidak mengenal dan mengerti arti dari filsafat, hanya orang yang berpendidikan saja yang mengerti arti dan makna filsafat, yaitu dari pendidikan sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sampai perguruan tinggi.

Lalu apa arti filsafat? Mengapa filsafat itu penting? Kata filsafat salah satunya berasal dari bahasa Yunani, philein atau philos dan sofein atau sophi. Philos berarti cinta dan sophi berarti kebijaksanaan atau kebenaran. Jadi filsafat adalah cinta kebijaksanaan atau kebenaran.

Mengenai kebenaran, manusia selalu mencari kebenaran dan menentukan kebenaran-kebenaran yang ada di dalam kehidupannya. Orang yang berfilsafat mempunyai pemikiran yang kritis terhadap sesuatu hal. Dan selalu ingin mencari kebenaran yang ada maupun yang belum ada atau belum diketahui, karena manusia mempunyai rasa ingin tahu terhadap sesuatu hal.

Maka di sinilah filsafat berperan penting, yaitu untuk mencari kebenaran terhadap sesuatu. Meskipun manusia tidak akan merasa puas dengan keinginan dan apa yang dilakukannya. Manusia mempunyai potensi akal, jiwa, hati, dan jasad atau fisik. Dengan selalu menggunakan dan mengaplikasikan potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia dalam kehidupan di sekitarnya, maka hidup manusia akan terarah.

Sumber kebenaran bukan hanya dari rasio (akal) manusia saja, namun dari Al-Qur’an dan Hadits. Dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat: 48 menjelaskan tentang kebenaran, yang artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang.

Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Selain Al-Qur’an, ada hadits yang menjelaskan tentang kebenaran, yang artinya: “Dalam menyikapi perbedaan, sudah sangat jelas bahwa kebenaran hanya satu. Sedangkan tentang siapa yang benar, maka yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi terbaik dari ummat ini, dialah yang berada di atas kebenaran.” (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa’i).

Dalam agama islam juga filsafat sangat terkait dalam mempunyai prinsip dan kebenaran yang dipegang teguh oleh manusia, serta menjadikan manusia yang tidak bisa terpengaruh terhadap hal-hal yang buruk, seperti mengikuti sesuatu yang belum jelas atau sampai mengikuti aliran-aliran baru yang dinilai meresahkan masyarakat. Dengan pentingnya berfilsafat, maka manusia bisa mempertimbangkan semua hal dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta menjadikan manusia yang konsisten dan selalu istiqamah terhadap suatu kebenaran.

Memang hidup itu pilihan, dan manusia mempunyai hak kebebasan untuk memilih kehidupan yang akan dijalaninya. Akan tetapi bagi yang mencintai kebenaran, maka kebenaran itu perlu ditegakkan, bukan kebohongan yang harus ditegakkan. Semua orangpun pasti tidak akan menyukai kebohongan. Yang dibutuhkan oleh manusia adalah kebenaran atau kejujuran.

Sekarang ini terkadang susah untuk membedakan dan menemukan kebenaran yang hakiki. Karena seiring dengan berkembangnya zaman semakin modern dan maju. Oleh karena itu, janganlah memandang suatu kebenaran apa yang kita pandang itu benar, apalagi sampai menjadikan suatu kebenaran yang belum terbukti kebenarannya. Dengan kita selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits, maka kita termasuk orang yang selamat dan tidak tersesat.

(Suneri adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita