Minggu, 31/01/2016, 12:34:17
Perencanaan Pembelajaran
Oleh: Wahyu Widiyansyah
--None--

Ilustrasi

Keberhasilan suatu proses pembelajaran ditentukan oleh perencanaan yang matang. Perencanaan yang dilakukan dengan baik, maka setengah keberhasilan sudah dapat tercapai, setengahnya lagi terletak pada pelaksanaan. Langkah yang ditempuh dalam merencanakan pembelajaran terpadu adalah: a) memilih tema sentral yang dapat menjadi pembelajaran.

Secara lebih spesifik perencanaan pembelajaran terpadu dapat dibuat secara lebih khusus, dengan tahapan: a) membuat skema pembelajaran terpadu model integrated, b) mengalokasikan waktu dalam pembelajaran, c) menentukan ruang lingkup materi/pokok bahasan, d) merumuskan tujuan pembelajaran, e) membuat scenario pembelajaran, f) menetapkan alat dan media pembelajaran, g) merencanakan evaluasi.

Peranan Perencanaan Pembelajaran: Karena keberhasilan dari suatu kegiatan sangat ditentukan oleh perencanaannya, maka perencanaan pembelajaran dapat berperan sebagai: 1. Acuanbagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan efien dan efektif. 2. Sebagai landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang ditetapkan.

Tujuan dari pembelajaran adalah perubahan perilaku siswa baik perubahan perilaku dalam bidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Pengembangan perilaku dalam bidang kognitif adalah pengembangan kemampuan intelektual siswa, misalnya kemampuan penambahan pemahaman, dan informasi agar pengetahuan menjadi lebih baik. Pengembangan perilaku dalam bidang afektif, adalah pengembangan sikap siswa terhadap bahan dan proses pembelajaran, maupun pengembangan sikap sesuai dengannorma-norma yang berlaku di masyarakat.

Pengembangan perilaku dalam bidang psikomotor adalah pengembangan kemampuan menggunakan otot atau alat tertentu, maupun menggunakan potensi otak untuk memecahkan permasalahan tertentu. Perencanaan pembelajaran sebagai suatu proses kerja sama tidak hanya menitik beratkan pada kegiatan guru atau kegiatan siswa saja, akan tetapi guru dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Tujuan akhir dari proses ini adalah perubahan perilaku siswa.

Perencanaan pembelajaran juga merupakan proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yaitu perubahan tingkah laku serta rangkaian kegiatan yang hatus dilakukan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada.

Hasil dari proses pengambilan keputusan tersebut adalah tersusunnya dokumen yang dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam melakukan perencanaan pembelajaran, harus juga memperhatikan prinsip-prinsip yang bias menghantarkan pada sebuah tujuan. Dengan demikian, hasil akhir dari proses pembelajaran akan menciptakan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

Sementara dalam prakteknya, pengembangan perencanaan pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip sehingga proses yang ditempuh dapat dilaksanakan secara efektif. Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah:

  1. Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkrit, kompeten, semakin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan- -kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut.
  2. Perencanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa.
  3. Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
  4. Perencanaaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.

Tujuan Perencanaan Pengajaran:

  1. Mengarahkan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar dari pengajar, karena rencana telah deprogram dengan sistematis.
  2. Mengetahui kemajuan belajar siswa karena materi yang akan dipresentasikan telah direncanakan secara terinci.
  3. Menghasilkan proses belajar mengajar secara maksimal karena segala sesuatunya telah dipersiapkan sebelum pelajaran dimulai.
  4. Mengetahui dengan segera tingkat keberhasilan PBM, melalui kegiatan proses belajar mengajar yang direncanakan.

5.Memberikan kegairahan siswa dalam belajar dengan adanya informasi dan relevansi tujuan pembelajaran.

6.Memberikan kemudahan siswa dalam penguasaan materi sebab sistematika penyampaiannya telah disiapkan.

(Wahyu Widiyansyah adalah mahasiswa Universitas Muhammaddiyah Cirebon, Kelas: SD15-A3)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita