Karyawan Sido Makmur sibuk membuat dodol keranjang menjelang tahun baru Imlek (Foto: Johari)
PanturaNews (Tegal) - Hari Raya Imlek sebentar lagi, tepatnya tanggal 08 Pebruari 2016. Pernak-pernik Imlek pun sudah tampak di berbagai tempat keramaian atau tempat ibadah. Lantas apa saja yang khas ketika hari raya Imlek tiba?
Mungkin di benak kita langsung terucap Dodol Keranjang, salah satu kuliner khas yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua kalangan. Dodol Keranjang atau bisa disebut juga dengan Kue Keranjang, yaitu kuliner dodol yang dicetak ke dalam wadah yang berbentuk keranjang. Bahan utamanya adalah tepung ketan, tepung beras, dan gula yang komposisi perbandinganya 1:1:1.
Saat PanturaNews bertandang ke industri rumahan pembuatan dodol keranjang Sido Makmur di Jl. Belimbing, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 27 Januari 2016. Industri rumahan milik Mindayani Wirjono (75), tak tampak sebuah pabrik besar seperti industri makanan lainnya. Yang terlihat hanya rumah biasa dengan puluhan pegawai terampil yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Mindayani mengaku sudah 20 tahun mengelola usaha pembuatan dodol keranjang, dan rencananya akan diturunkan kepada anak-anaknya. “Saya sudah 20 tahun membuka usaha dodol keranjang, pekerjaan ini hanya musiman satu tahun sekali menjelang Imlek, itupun hanya dikerjakan selama 3 minggu saja,” kata Mindayani yang usianya sudah 75 tahun tapi masih enerjik .
Dijelaskan, mula-mula gula dilelehkan, kemudian tepung ketan dan tepung beras dicampur menjadi satu dengan mesin. Lalu tuangkan gula ke dalam adonan tersebut secara perlahan.
Adonan yang sudah tercampur rata tersebut, akan dialirkan ke dalam pipa-pipa mirip dengan keran air yang akan keluar secara perlahan. Nah, adonan yang keluar inilah yang dimasukan ke dalam cetakan bulat ukuran 250 gram. Kemudian adonan tersebut dikukus hingga matang, lalu didinginkan dan dibungkus. Semua proses pembuatannya menggunakan mesin.
“Semua pekerja di sini juga hanya musiman. Merka ada yang petani, nelayan dan tukang becak, tetapi mereka sudah ahli dan mereka saya panggil ketika menjelang Imlek,” ujarnya.
Agar konsumen tidak bosan dengan dodol keranjang, Sido Makmur memiliki lima varian rasa yakni rasa original, pandan, vanili, kelapa, dan strawberry. Sedangkan bungkusnya dibuat menarik, satu kotak terdiri dari empat buah dodol kranjang dengan beragam rasa sesuai pilihan.
Dalam sehari, usaha rumahan ini bisa memperoduksi hampir 2 kwintal dodol keranjang. Pesanan akan semakin banyak mendekati Hari Raya Imlek. Untuk pesanan minimal satu bulan sebelumnya, karena keterbatasan alat dan tenaga yang dimiliki.
“Pesanan selain dari dalam Kota Tegal dan sekitarnya, juga dari Solo, Semarang, Yogyakarta bahkan Jakarta. Kalau dijual satuan harganya Rp 5.500,” terangnya.
Diceriterakan sekilas, pada jaman perang di negera Tiongkok dulu prajurit diwajibkan membawa dodol keranjang untuk persiapan bahan makanan saat perang. Selain itu dodol keranjang yang kenyal atau lengket, rasanya manis dan bentuknya bulat punya pilosofi, yaitu untuk mengeratkan hubungan persaudaraan, banyak rezeki dan tidak berujung atau tidak ada ada akhir.
“Pilosofinya hubungan saudara tetap erat tidak cerai berai, banyak rezeki dan tidak ada akhirnya karena bentuknya bulat,” pungkasnya.