Ilustrasi
Menurut kamus besar bahasa indonesia, karier memiliki pengertian perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, dan jabatan. Para ahli pun berpendapat mengenai penegertian karier. Salah satunya adalah pendapat karier dari Simamora (2001:505) yaitu urutan aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut.
Pengembangan Minat Karier Anak SD
Pada dasarnya anak-anak usia Sekolah Dasar (SD), secara khas terbuka kepada interaksi dengan rentang stimuli yang luas dan berbagai perilaku. Dalam antusiasme dan keingintahuanya yang tak terkendalikan, mereka belum dipaksa oleh realitas social yang mengganggu dan mengubah persepsi-persepsi dari saudar-saudaranya yang lebih tua, dan banyak orang dewasa dimana mereka beridentifikasi. Maslow (1959) berpendapat kebutuhan-kebutuhan dasar sebagai berikut:
1.Kebutuhan-kebutuhan fisiologis, 2.Kebutuhan-kebutuhan keamanan, 3.Kebutuhan akan keikutsertan dan kecintaan, 4.Kebutuhan akan penghargaan, harga diri, kebebasan, dan dianggap penting, 5.Kebutuhan akan informasi, 6.Kebutuhan akan pengertian, 7.Kebutuhan akan keindahan, 8.Kebutuhan akan aktualisasi diri.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, terdapat tingkatan karier pada anak usia SD sebagai berikut:
Dari tingkatan-tingkatan tersebut, anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan mempelajari berbagai keterampilan penting tertentu baik keterampilan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Para pendidik memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongn berprestasi yaitu suatu masa dimana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses ,tidak sukses atau sangat sukses. Oleh karena itu bagi anak SD diperlukan perkembangan minat karirnya. Minat(interest) karier adalah ketertarikan individu terhadap suatu karier.anak yang tertarik oleh suatu karier ditandai oleh adanya:
1.Perhatian, 2.Rasa penasaran untuk mengetahui lebih jauh, 3.Dorongan serta upaya untuk mencoba, 4.Adanya dorongan serta upaya untuk mendalami karier tertentu misalnya jika beberapa anak laki-laki diketahui berminat sepak bola.
Semakin banyak indicator dari keempat ciri tersebut muncul pada diri individu berarti kesebelasaan dibentuk kepengurusanya. Pada masing-masing kesebelasan ada yang berperan sebagai menejer, pelatih, pemain, kapten kesebelasan, dan sebagai wasit serta hakim garis.
Pada anak usia SD minat karier sudah mulai tumbuh terutam pada usia 7 tahun ke atas atau sekitar kelas II SD keatas. Mereka sudah mulai menunjukan perhatian yang kuat terhadap bidang karier tertentu. Misalnya anak 7 tahun yang berminat menjadi pesepak bola, sudah mulai senang menonton bola meskipun ada film anak-anak yang umumnya disukai anak seusianya.
Uraian perkembangan minat karier di muka, mengimpliksikan empat prinsip dalam stimulasi perkembangan karier anak usia SD. Pertama bahwa pendidik seharusnya berupaya mendorong munculnya perhatian anak pada karier tertentu.
Kedua pendidik seharusnya beruapaya mendorong anak mampu menjawab rasa penasaranya terhadap karier tertentu. Pada bagian ini kewajiban moral pendidik adalah menyediakan informasi berbagai jenis karier sebanyak-banyaknya.
Ketiga pendidik seharusnya memfasilitasi anak untuk mewujudkan dorongan dan upayanya dalam mencoba suatu karier tertentu. Keempat pendidik seharusnya memfasilitasi anak mewujudkan dorongan serta upayanya untuk mendalami karier tertentu .
Karier Anak Usia SD Menurut Teori Ciri Dan Faktor
Teori ciri dan factor (trait and factor) dikembangkan Frank Parson pada tahun 1909. Dalam pandangan Parson, istilah ciri (trait) mengacu kepada suatu karakteristik individu yang dapat diukur melalui tes.
Istilah factor (factor) mengacu kepada dua hal. Pertama, mengacu kepada suatu karakteristik yang dipersyaratkan untuk berhasil dalam penampilan kerja. Kedua, mengacu kepada suatu pendekatan statistic yang digunakan untuk membedakan karakteristik penting suatu kelompok orang.
Dengan demikian, istilah ciri dan factor (trait and factor) mengacu kepada asesmen terhadap karakteristik-karakteristik individu dan pekerjaan (sharf,1992 17)
Orientasi Karier Bagi Anak Usia SD
Orientasi karier yang dimaksud adalah readiness of individuals to make good choices, yang berarti kesiapan individu untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat (super dalam sharf, 1992 :155) keputusan yang dimaksud adalah keputusan-keputusan tentang karier.
Model ini didasari oleh asumsi bahwa keputusan-keputusan tentang karier model ini didasari oleh asumsi bahwa keputusan-keputusan tentang karier terjadi pada semua rentangan kehidupan. Pada masa usia SD sekalipun anak dihadapkan pada berbagai keputusan tentang karier.
Misalnya anak dituntut untuk mampu menetukan pilihan lanjutan setelah lulus SD. Ia harus mengmbil keputusan apakah melanjutkan ke SMP atau ke tsanawiyah. Keputusan melanjutkan merupakan salah satu pengambilan keputusan karier (sharf 1992 156)
Jadi pengembangan karier minat diperlukan oleh manusia sejak usia SD, agar ia mencapai keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa. Minat anak harus dikembangkan sesuai dengan bakat dan ketrampilan, agar tugas perkembangan dapat dilewati dengan baik dan tidak menghambat pada tugas perkembangan berikutnya.
Tingkat perilaku karier pada masa kanak-kanak, mempunyai pengaruh penting dengan perilaku karier pada masa dewasa. Kesuksesan karier anak di masa depan sagat ditentukan oleh bimbingan yang ia dapatkan semasa usia dini.
(Firdah Aulia adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon)