Nur Azizah foto bareng Benu Buloe di depan warung makan Kapal Burak Desa Sigambir (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Atas kegigihan Guru Madrasah Aliyah Negeri Brebes 01, Nur Azizah SPd dalam merawat menu tradisional khas Brebes, Jawa Tengah, mendapat apresiasi dari sebuah Televisi Swasta Nasional, Kompas TV.
Dikisahkan, dia dijadikan nara sumber dalam mengolah bahan makanan khas tradisional yang dijajakan kepada teman lamanya yang dating, Benu Buloe dari Jakarta.
“Benu Buloe, sebagai teman lama yang hoby makan, pingin menikmati segala makanan tradisional khas Brebes,” kata Nur Azizah di sela shooting di warung makan Kapal Burak, Desa Sigambir, Brebes, 26 Januari 2016.
Sebagai orang Brebes, lanjut Azizah, tentu menunjukan segala menu yang dia kuasai. Apalagi, dia berkeinginan keras untuk menyelamatkan menu-menu makanan khas tradisional Brebes yang nyaris punah.
Dia merasa bersyukur karena upayanya mengumpulkan resep menu tradisional khas Brebes mendapat tanggapan dari televisi nasional. Sehingga kuliner Brebes diakui di kancah nasional, sebagai perwakilan kuliner pantura Brebes.
“Saya khawatir, menu tradisional khas Brebes punah sehingga harus kita selamatkan bersama-sama,” ungkapnya.
Alumni UNNES ini, menceritakan, setidaknya lebih dari 50 menu tradisional yang harus dilestarikan. Namun dirinya baru membuat resep ulang 30 menu tradisonal khas Brebes, seperti lauk ataupun makanan Kapal Burak, Bandeng Lumpur, Sate Blengong, Randa Keli, Randa Kemul, Jalabia, dan lain-lain.
“Yang dishooting untuk acara Food Story ini, antara lain Kupat Blengong, Kapal Burak, Randa Keli, Gemblep,” kata Azizah.
Lokasi shooting, antara lain rumah jalan Biak Barat Limbangan Wetan, Warung Makan Sigambir, Kupat Rajak, Pengasapan Ikan Pasarbatang, TPI Jongor, dan Alun-alun Brebes. “Program Food Story tayang setiap Sabtu jam 16.00 WIB,” terangnya.
Selain difilmkan, dia juga telah mengumpulkan bahan tulisan menu tradisional Brebes untuk dibukukan agar bisa disebarluaskan ke masyarakat dan dijadikan bahan ajar,” tutur guru Tata Boga yang mengajar sejak 2008 ini.
Dengan dibukukannya menu tradisional tersebut, tidak lagi ada yang mengklaim makanan khas tersebut dari mana berasal. “Para siswa juga harus mengerti benar dan menghargai warisan nenek moyang yang sehat dan alamiah,” terang istri dari Teguh Mulyono SPd dan ibu dari M Raihan Bagaskara (12) dan Maudi Nafizatus Zahra (7).
Apa yang dilakukan Guru kelahiran Brebes 21 Juni 1976 ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Brebes untuk melestarikan menu tradisional yang ternyata bernilai gizi tinggi, semoga.