Selasa, 05/01/2016, 04:55:06
Korban Tanah Bergerak Masih Butuh Bantuan
-Laporan Zaenal Muttaqin

Kepala Desa Sridadi, Nasugianto (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Warga korban bencana tanah bergerak di Dukuh Limbangan, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih membutuhkan bantuan untuk dapat hidup layak di lokasi relokasi. Pasalnya, di lokasi relokasi yang telah direkomendasikan oleh BMG, belum memiliki infra struktur yang memadai.

"Tempat untuk relokasi sudah ada, tapi untuk infra strukturnya yang masih sangat kurang," ujar Kepala Desa Sridadi, Nasugianto kepada PanturaNews.Com, Selasa 05 Januari 2016.

Menurutnya, di lokasi untuk relokasi belum memiliki akses jalan, belum ada jaringan listrik dan air bersih untuk sanitasi. Warga masih sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi infra struktur yang vital tersebut.

"Tanpa ada infra struktur yang memadai warga belum dapat hidup secara layak, bahkan warga nantinya seperti terisolir," kata Nasugianto.

Dikatakan, di tempat baru warga membutuhkan jaringan pipa air bersih sepanjang 800 meter, jaringan instalasi listrik sepanjang 400 meter dan pembangunan badan jalan sepanjang 400 meter. Juga membutuhkan bangunan untuk tempat ibadah.

"Kebutuhan infra struktur untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak itu sangat dibutuhkan bantuan dari Pemkab Brebes," tutur Nasugianto.

Diharapkan setelah adanya bantuan keuangan sebagai stimulan untuk pelaksanaan relokasi, pemkab Brebes dapat lebih tanggap lagi dengan membantu pembangunan infra strukturnya.

"Tanpa ada bantuan dari Pemkab, warga yang umumnya berpencaharian petani dan buruh tidak akan mampu untuk membangun infra struktur yang mendukung hidup secara layak di tempat relokasi," tandas Nasugianto.

Sementara itu, pada Selasa 05 Januari 2016 warga korban tanah relokasi di Dukuh Limbangan Desa Sridadi sebanyak 87 KK mencairkan bantuan keuangan dari Pemkab Brebes masing-masing sebesar Rp 11 juta.

"Hari ini dilakukan pencairan bantuan keuangan melalui Bank Jateng dan dilakukan di Kecamatan Sirampog," kata Nasugianto.

Pencairan bantuan keuangan juga dilakukan untuk korban bencana tanah bergerak di Dukuh Kubangbogo, Desa Mendala, Kecamatan Sirmpog, sebanyak 65 KK.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita