Forum Muda NU Brebes foto bareng usai pembahasan bersama antar lembaga banom NU (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Dinamika politik internal warga Nahdliyin di daerah, terus menghangat menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang 1-5 Agustus 2015 mendatang. Pro kontra terhadap wacana peralihan sistem dan mekanisme pemilihan dengan model penerapan Ahlu al-Halli wal-Aqdiyah (AHWA), ataukah pemilihan langsung terus didengungkan.
Termasuk Forum Muda NU Brebes menyimpulkan dukungannya kepada penerapan AHWA pada Muktamar NU. Hal itu berdasarkan forum pembahasan bersama antar lembaga banom NU setempat di gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Senin malam 13 Juli 2015.
"Wacana penerapan AHWA pada muktamar mendatang patut diapresiasi karena terkandung perbaikan sistem kedepan," kata ketua Forum Muda NU Brebes, Ali Fauzan.
Dengan Ahwa, kata Fauzan, produk yang dihasilkan dari muktamar ke-33 nanti bisa menelorkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Karena model AHWA diyakini akan mampu menjaga kekuatan dan kesolidan struktural dalam interaksi organisasi maupun di luar NU.
"Dalam hal ini, otoritas ulama betul-betul mendapatkan kedudukan yang tinggi, dan itu juga seperti yang sudah menjadi bagian tradisi kuat di kalangan NU," katanya menyimpulkan.
Sementara Ketua Lakpesdam NU Brebes, M Riza Pahlevi berharap sistem pemilihan apapun yang akan diterapkan, yang terpenting bisa menekan praktik politik uang.
Sedangkan Sekretaris PCNU Brebes Ali Nurdin juga mendukung Ahwa karena implementasi dari tradisi samina wa athona diharapkan nanti juga berimbas pada lebih patuhnya Tanfidziyah dengan Syuriah maupun Rois Am kedepan.