Selasa, 14/07/2015, 02:22:39
Gusbill Lukis Karya Mural Legenda Mudik
-Laporan Takwo Heriyanto

Seniman Brebes membuat lukisan mural Legenda Mudik di tembok bangunan sepanjang 14 meter (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Untuk seorang seniman sejati, situasi kondisi serta peristiwa apapun bisa dijadikan sumber inspirasi dari pengejawantahan ide berkarya-nya.

Termasuk seorang perupa seniman mural dari Brebes, Gus Bill dan Milisi Brebes Bermural (MBB), dalam menuangkan karya seni mural-nya yang selalu terbarukan dengan ciri khas konsep karya "Mata Hati Kaki Tangan".

Fenomena tahunan mudik pun menjadi tema menggelitik untuk dijadikan sumber inspirasi menciptakan karya seni mural, yang di visualisasikan di tembok bangunan gedung sarang walet seluas panjang 14 meter dan tinggi 5 meter.

Tepatnya, di jalur pantura Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes atau seberang persis Kantor Polisi Lalu Lintas. Sambil mengisi waktu menunggu datangnya berbuka puasa atau ngabuburit, lahirlah karya mural "Legenda Mudik" yang di buat selama tiga hari berturut-turut dari mulai Sabtu hingga Senin.

Gusbill mengatakan, mudik bisa diibaratkan legenda bagi sebagian masyarakat Indonesia karena dia dijadikan semacam ritual wajib sebagai momen penting berkumpulnya seluruh keluarga besar yang tersebar dari seantero negeri. Apalagi, sebentar lagi umat islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri.

"Menariknya, jika kita membicarakan mengenai Hari Raya Idul Fitri, ada satu tradisi unik yang telah membudaya dan secara permanen tidak akan lepas mengenai hiruk pikuk dari perayaan idul fitri tersebut, khususnya umat islam di Indonesia, yakni tradisi mudik," ujar Gusbill, Senin 13 Juli 2015.

Menurutnya, peristiwa tersebut memang sangat khas dan unik. Mengingat, kegiatan itu telah dilakukan oleh hampir semua penduduk di Indonesia kala menjelang hari raya besar tersebut.

Kegiatan mudik itu muncul dan ramai sekitar tahun 1990-an silam.Namun, sampai sekarang hampir semua pelaku mudik tidak ada yang tau kapan awal mulanya tradisi ini mulai berjalan.

Kegiatan mudik dengan ciri khas khusus ini, hanya terjadi di Indonesia saja dan merupakan fenomena terbesar dan jarang ditemukan di negara lain.

"Terutama mengenai jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelah perayaan hari raya idul fitri," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita