Minggu, 12/04/2015, 07:24:58
Kementrian PU Lakukan Tanggap Darurat Ciregol
-Laporan Takwo Heriyanto

Longsornya jalur Ciregol Desa Kutamendala dinyatakan senagai tanggap darurat (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Rakyat Djoko Mursito mengatakan, pemerintah tengah melakukan tanggap darurat atas longsor yang terjadi di jalan nasional Tegal-Purwokerto di Ciregol, Desa Kuta Mendala, Kecamatan Tonjong, Brebes pada Sabtu sore kemarin.

"Kami juga telah mengerahkan petugas lapangan, berikut 2 excavator yang sudah ada di lapangan. Satu dozer lagi tengah didatangkan dari Semarang. Bahkan, petugas di lapangan sudah kami minta untuk turunkan excavator, pelaksanaan pengeprasannya sendiri memakan waktu 7 hari,” ujar Djoko Mursito dalam siaran persnya, Minggu 12 April 2015.

Pihaknya menghimbau agar kendaraan kecil dapat melalui jalan kabupaten sebagai jalan alternatif, sedangkan kendaraan besar bisa melalui Parakan-Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto-Wangon-Perbatasan Jabar.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera, Hedi Rahadian menuturkan, saat ini jalan tersebut ditutup sambil dilakukan evaluasi. Untuk pengaprasan tebing, Hedi mengatakan masih ada sedikit kendala dengan pemilik lahan. Solusinya sedang diusahakan segera.

“Daerah longsor akan distabilkan berdasarkan evaluasi teknis yang kini sedang dilakukan, sedangkan solusi permanen relokasi jalan kami menunggu kesiapan lahan yang pembebasannya dibantu pemerintah kabupaten Brebes,” katanya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Wilayah Slawi- Bumiayu-Wangon Ibnu Akhyar menambahkan, tanah ambles terjadi karena terus diguyur hujan terus menerus dalam beberapa hari terakhir serta pengaruh arus air Sungai Pedes yang melewati wilayah setempat. Dia menyatakan penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan alat berat ke lokasi untuk mengepras tebing di sisi sebelah barat jalan yang ambles.

“Hari ini kita lakukan pengeprasan bukti di sisi barat untuk membuat jalur baru agar bisa digunakan untuk lewat kendaraan,” kata Ibnu.

Adapun penanganan darurat untuk jalan yang ambles akan dilakukan dengan menguruk mengunakan pasir dan batu sembari menunggu langkah penanganan permanen dapat dilakukan. “Kita upaya penanganan darurat dulu untuk membuka jalur baru dan agar jalan tidak ngetrap,” ucapnya.

Ibnu belum dapat memastikan berapa lama penanganan darurat tersebut akan rampung sehingga kendaraan bisa kembali melalui jalur tersebut. “Mudah- mudahan sebelum arus mudik Lebaran sudah bisa dilalui kendaraan,” paparnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita