Sejumlah aktivis Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), Sabtu 27 Maret 2010 menggelar aksi di lokasi tanah eks Bioskop Desa Banjaratma yang saat ini kasusnya sedang ditangani KPK. (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Desakan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat Brebes, baik aktivis, mahasiswa maupun LSM untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Brebes terus berlanjut. Setelah Bupati Brebes ditangkap, KPK didesak jangan tebang pilih dan menangkap tersangka korupsi lainnya.
Kali ini di Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sejumlah aktivis yang menamakan dirinya Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), Sabtu 27 Maret 2010 pukul 13.30 WIB menggelar aksi damai. Aksi dilakukan di lokasi tanah eks Bioskop Desa Banjaratma seluas 500 meter persegi, yang saat ini kasusnya sedang ditangani KPK.
Pada aksinya tersebut, mereka melakukan longmarch di Jalan Raya Pasar Banjaratma menuju lokasi tanah eks bioskop sembari membawa pamlet bertulisan desakan terhadap KPK agar kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani KPK, yaitu kasus dugaan korupsi markup tanah yang merugikan negara senilai Rp 5 miliar dapat ditangani dengan serius dan cepat. Salah satu tulisan tersebut adalah "Ing Ngarsa Aja Sok Tulada, Ing Madia Aja Sok Kuasa, Tut Wuri Aja Nunut Korupsi".
Selain itu, mereka juga membagikan selebaran kepada warga sekitar dan pengguna jalan yang berisi tuntutan kepada KPK agar cepat menuntaskan kasus-kasus tersebut. Bahkan aksi yang dilakukan GPN, menarik perhatian masyarakat setempat karena disela-sela aksinya, tepatnya di tanah eks bioskop, mereka melempari puluhan telur ke pamlet yang bertulisan tangkap tikus-tikus (Koruptor) yang melakukan korupsi. Usai melemparinya dengan telur, mereka membakarnya sambil meneriakan yel-yel.
Ketua GPN Cabang Brebes, Tajus Syarofi mengatakan aksi yang dilakukan dengan tujuan menggugat kepada KPK segera menindak terhadap pelaku-pelaku lain yang terlibat secara bersama-sama (berjamaah) dalam kasus tersebut. GPN mendesak kepada KPK agar siapapun pejabat yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut, agar segera ditangkap dan di penjarakan seumur hidup.
"Jangan tebang pilih, karena kasus itu yang pasti tidak dilakukan oleh satu pelaku saja. Jadi KPK harus segera menangkap pelaku yang lain," ungkap Tajus.
GPN juga meminta kepada Bupati Brebes, H. Indra Kusuma untuk tidak takut kepada KPK dalam memberikan keterangan-keterangan terkait kasus yang dialaminya. "Saya harap Pak Bupati jangan takut kepada KPK untuk menyampaikan siapa-siapa pelaku yang terlibat didalamnya," imbuhnya.
Tajus yang juga mahasiswa IAIN Walisongo Semarang ini, berharap kepada masyarakat dan pemuda Brebes untuk ikut mengawal kasus-kasus korupsi di Brebes yang saat ini sedang ditangani KPK.