Sosialisasi kesehatan lewat pemutaran film masa kehamilan hingga IMD (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Banyak cara dilakukan oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam memberikan sosialisasi tentang kesehatan dan gizi bagi ibu hamil maupun ibu yang telah dikaruniai bayi. Seperti yang dilakukan oleh Pendamping PKH Keluarahan Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam sosialisasi yang dihadiri sebanyak 15 ibu penerima di kediaman Ibu Chayati RT. 05 RW. 05, Kelurahan Gandasuli, Senin 27 Oktober 2014 ini. Pendamping PKH setempat memberikan sosialisasi tentang kesehatan dan gizi bagi ibu hamil maupun ibu yang telah dikaruniai bayi lewat pemutaran film masa kehamilan hingga Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
Pendamping PKH Kelurahan Gandasuli, Euis Sari Suciati menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rutin dilaksanakan setiap bulan. Dimana, penerima PKH untuk bisa sharing informasi tentang kesehatan dan gizi. "Yang hamil bisa cerita pengalamannya dan yang pernah menyusui ASI ekslusif full, juga bisa share informasinya. Saya lebih banyak memberikan konten isi dan pemutaran film, antara lain film masa kehamilan sampai dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)," ujarnya.
Perwakilan Unicef Otte Santika, dalam kunjungannya pada pertemuan tersebut memberikan apresiasi. Namun demikian, pihaknya berharap sebaiknya pendamping PKH dalam memberikan sosialisasi tentang kesehatan dan gizi pada pertemuan kelompok untuk berpedoman pada buku panduan pelaksanaan P2K2/FDS (pertemuan peningkatan kemampuan keluarga).
Sehingga alat bantu itu bisa dipakai untuk mencapai tujuan umum dan khusus masing-masing topik. Selain itu, juga penting dilakukan bina suasana agar suasana lebih menyenangkan dan prosesnya bisa dua arah. Apalagi, penggunaan alat bantu FDS juga bisa membuat penyampaian kegiatan lebih hidup dan komunikasi bisa efektif agar tidak terkesan di dominasi oleh pendamping PKH.
"Fungsi pendamping dalam pertemuan ini kan hanya memfasilitasi pertemuan, sehingga peran aktif peserta sangat diutamakan. Film yang diputar memang penting dan bagus tapi harus disesuaikan dengan topik sesuai dengan panduan yang pernah pendamping ikuti FDS," jelasnya.