Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Sebuah organisasi yang membidangi masalah lingkungan hidup, yakni Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), siap turun tangan membantu warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jika tanahnya yang terkena dampak proyek tol Pejagan-Pemalang, mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitar.
"Kami siap turun tangan, bila memang kebaradaan kami sangat dibutuhkan warga," ujar Muhammad Islah, Pengurus Walhi Pusat Bagian Advokasi, saat diskusi bersama ratusan warga Brebes mengenai Analasis Dampak Lingkungan (Amdal), di Markas Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), Minggu 19 Oktober 2014 sore.
Islah menegaskan, lembaganya selalu berkomitmen untuk membantu persoalan warga mengenai Amdal. Bahkan, siap mengawal persoalan terkait dampak lingkungan akibat kemungkinan yang terjadi pada proyek tol Pejagan-Pemalang hingga ke tingkat pusat.
Koordinator Badan Pekarja Gebrak, Darwanto, merasa berterima kasih atas kehadiran perwakilan pngurus Walhi dari Pusat yang diwakili Muhammad Islah untuk berdiskusi dengan warga Kabupaten Brebes yang tanah dan rumahnya terkena proyek tol Pejagan-Pemalang.
Namun demikian, dia berharap kepada warga yang hadir ataupun yang tidak hadir dalam dikusi mengenai Amdal yang disampaikan oleh Walhi dari Pusat, untuk melapor kepadanya jika menemukan masalah tersebut. "Pada intinya, kami dari Gebrak maupun Walhi Pusat, siap turun tangan membantu warga terkai persoalan Amdal pada proyek jalan bebas hambatan ini," jelasnya.