Senin, 20/10/2014, 07:52:07
Tradisi Pecingan Dihidupkan di Sunatan Anak Bupati
-Laporan Takwo Heriyanto

Putra bungsu Bupati Brebes, Muhammad Rafi Danendra menerima pecingan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Tradisi pecingan di sunatan Brebesan rupanya tidak mengenal status sosial. Hal ini terlihat dalam tasyakuran sunat anak bungsu Bupati Brebes di Pendopo Brebes. Meski saat ini tradisi sunat Brebesan sudah jarang ditemui di tengah masyarakat, namun keluarga Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE berupaya menghidupkan lagi tradisi sunat asli Brebes saat mengkhitankan putranya Muhammad Rafi Danendra, Senin 20 Oktober 2014.

Usai diarak keliling seputar tempat tinggal, bocah yang baru disunat itu kemudian melewati prosesi gendong bocah, kemudian dulang bocah, usap sirah serta mendapat pecingan sing simbah. Prosesi itu adalah bagian dari tradisi Sunat Brebesan.

Alasan memilih prosesi tradisi Brebesan itu bukan sembarangan, karena keluarga besar Bupati berasal dari Brebes, sehingga dia memilih prosesi tradisi asli Brebes untuk mengkhitankan putranya. Upaya menghidupkan tradisi asli Brebesan itu mendapat apresiasi dari Maestro Seni Tradisi Brebes, Drs. Atmo Tan Sidik.

Menurut Atmo yang juga Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes, tradisi sunat Brebesan memang sudah langka di tengah masyarakat. Padahal banyak kearifan lokal yang bisa diambil dari tahap prosesi sunatan itu. “Banyak nilai filosofi dari tradisi sunatan Brebesan ini,” kata Atmo.

Atmo menjelaskan, sunat Brebesan berbeda dengan daerah lain, karena memuat beberapa tahapan prosesi. Pertama, kata Atmo, adalah prosesi gendong bocah. Yaitu prosesi dimana anak atau bocah yang baru disunat digendong oleh ayahnya menuju singgasana atau kursi sunat.

Kemudian prosesi dilanjutkan dengan dulang ayam, dimana si anak di dulang atau disuap makanan oleh ayah, kakek dan keluarga lainnya. Setelah itu ada usap sirah, tanda rasa sayang pada si anak. Prosesi diakhiri dengan tahapan pecingan atau pemberian uang saku, utamanya dari simbah atau kakek. Bocah yang baru disunat itu akan mendapat uang saku dari seluruh keluarga, bahkan teman sepermainan, besaran uang saku tidak masalah.

Khitanan putra Bupati ini cukup meriah dan dihadiri banyak tokoh Brebes beserta para sesepuh Brebes. Bahkan, pada prosesi pecingan, para Kyai dan Ulama yang hadir ikut memberikan pecingan pada Muhammad Rafi Danendra.

Khitanan putra Bupati semakin meriah dengan penampilan seni tradisi Marawis, dan gamelan gending jawa. Acara dilanjutkan dengan penampilan marchingband, reog ponorogo, barongsai dan kesenian tradisional lainnya di alun-alun Brebes.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita