Ketua LSM Pampera, Jamil menunjukkan suart pengaduan yang dikirim ke Gubernur Jawa Tengah (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - LSM Perjuangan Amanat Penderitaan Rakyat (Pampera) surati Gubernur Jawa Tengah, mengadukan masalah Galian C di aliran Sungai Keruh, tepatnya di Dukuh Pecinan, Desa Kalilangkap, Kabupaten Brebes. Dampak dari Galia C tersebut telah menimbulkan kerusakan jalan dan juga mendapat protes dari warga.
"Kami dari LSM Pampera sudah surati Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk segera menyelesaikan masalah Galian C di Pecinan itu," kata Ketua LSM Pampera, Moch Jamil kepada PanturaNews.Com, Selasa 17 Juni 2014.
Menurutnya, warga sekitar lokasi resah dan menolak penggunaan alat berat (Becho) di tempat Galian C, serta banyaknya Dumtruck pengangkut material Galian C yang terus mondar-mandir dan berdampak rusaknya jalan.
Warga telah mengadu ke Bupati Brebes dan juga SKPD terkait dan belum ada tindakan. "Sudah mengadu tapi belum ada tindakan nyata seperti yang diharapan warga," ujar Jamil.
Dikatakan, untuk menjaga konudisifitas menjelang dan paska Pemilihan Presiden (Pilpres) dan juga kelayakan jalan Provinsi ruas Bumiayu-Salem yang sangat diidam-idamkan, tapi rusak akibat banyaknya Dumtruck pengankut material Galian C yang melintas setiap saat, maka terpaksa mengirim surat pengaduan ke Gubernur.
"Surat sudah kami kirim melalui Kantor Setda Pemprov Jawa Tengah pada Rabu 11 Juni 2014 lalu," ungkap Jamil.
Pada surat pengaduan itu, tambah Jamil, disertakan pula tanda ratusan tangan dukungan dari masyarakat untuk melakukan aksi demo menolak penggunaan alat berat di Galian C yang dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, serta banyaknya Dumtruck.
"Selain itu kami sertakan pula copian berita acara hasil rapat warga bersama pemerintah desa yang menolak penggunaan alat berat dan juga menolak retribusi dari pengoperasian alat berat," tandas Jamil.