Kamis, 12/06/2014, 07:11:36
Ratusan Siswa SMA Gelar Istighosah Pilpres Damai
-Laporan Zaenal Muttaqin

Beberapa siswi nampak khusyu' mengukiti doa istighosah untuk Pilpres Damai (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Di tengah memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), ratusan siswa dan guru SMA Bustanul Ulum (BU) Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, melakukan doa bersama atau istighosah, Kamis 12 Juni 2014.

Istighosah digelar agar Pilpres yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014 mendatang belangsung damai, aman dan melahirkan pemimpin yang amanah, mampu menjaga kesatuan dan kedaulatan NKRI serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Lantunan bait-bait doa serta bacaan kalimat tahlil dan disambung bacaan Surat Yasin lembut membahana dari ratusan siswa putra dan putri yang duduk bersila khusyu' di sepanjang teras sekolah. Bacaan kalimah-kalimah doa itu dipimpin oleh H Suwarso Mudhofir.

"Istighosah digelar sebagai bentuk keinginan yang sangat dari siswa dan guru agara Pilpres ini berlangsung aman dan damai," kata Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan, Sarim Karsiwan.

Menurutnya, acara ini diharapkan juga dapat memberi pemahaman dan semangat bagi para siswa yang merupakan generasi muda untuk mengutamakan menjaga kesatuan dan kebersamaan demi terciptanya kedamaian.

"Kami berharap situasi yang memanas itu hanya di media televisi atau lainnya, tapi di lingkungan masyarakat kita harus tetap bergandeng tangan lebih erat untuk rakyat, negara, dan Bangsa, agar selalau damai, bersatu dan jaya," ujar Sarim.

Dikatakan, istighosah dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB diikuti oleh siswa kelas X dan Kelas XI dan seluruh guru dan karyawan. Istighosah ini semata hanyalah lantunan doa dan harapan sebagai bagian warga bangsa pada Tuhan, tidak ada kaitan dengan dukung-mendukung dalam Pilpres.

"Kita hanya ingin Indonesia Damai, bukan dukung mendukung apalagi kebanyakan siswa peserta istighosah juga belum memiliki hak pilih," ucap Sarim.

Pemimpin yang terpilih nanti diharapkan juga dapat mengangkat kesejahteraan dan nasib rakyat serta dapat memajukan dunia pendidikan. Menjadikan rakyat lebih terdidik pandai dan berkepribadian.

"Siapapun yang jadi semoga dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa dan meningkatkan dunia pendidikan untuk kemajuan bangsa pula," pungkas Sarim.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita