Bangunan gedung kantor aula PKG Kecamatan Paguyangan masih mangkrak (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pembangunan gedung kantor aula Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dibiarkan mangkrak. Padahal pembangunan tahap awal telah menelan anggaran lebih dari Rp 99 juta yang bersumber dari APBD.
Aktivis LSM Gapura, Mardiyanto SAg menyayangkan kondisi bangunan yang tak terurus sehingga bagian dalamnya ditumbuhi rumput cukup tinggi tersebut. Menurutnya bangunan yang baru berujud tembok bata merah dengan tiang dan slub beton itu akan rapuh jika dibiarkan.
"Bangunan masih berujud tembok keliling bata merah itu bisa rapuh meski dengan kontruksi slup beton, karena tidak memiliki atap pelindung," katanya kepada PanturaNews.Com, Rabu 11 Juni 2014.
Dikatakan, pembangunan kantor aula yang berlokasi di sebelah kantor UPTD Pendidikan Paguyangan dan akan menjadi pusat kegiatan para guru itu harus segera dilanjutkan agar anggaran yang telah dikeluarkan tidak sia-sia.
"Harus segara dilanjutkan untuk menyelamatkan anggaran sebelumnya yang telah digunakan untuk membangun pada tahap awal," tegas Mardiyanto.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh, kantor aula pada tahap pertama mulai dibangun tanggal 12 September 2013 dan selesai tanggal 26 Nupember 2013 seperti yang tertulis pada papan informasi proyek. Disebutkan pula pada papan informasi itu, pembangunan gedung dengan biaya APBD sebesar Rp 99. 764.000 dan dikerjakan CV Ina Candra.
Kepala UPTD Pendidikan Paguyangan, Edy Wasito saat akan dikomfirmasi wartawan pada Rabu 11 Juni 2014 tidak ada di tempat. Sementara menurut salah satu stafnya, pembangunan kantor Aula akan di teruskan untuk tahap kedua pada tahun ini.
"Sudah ada yang datang meninjau ke lokasi bangunan, dan katanya tahun ini juga akan di lanjut namun sampai saat ini belum juga di mulai," katanya.